Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Pengamat Sebut Data Perusahaan Umumnya Bocor Bertahap

Jumat 30 Jul 2021 20:34 WIB

Red: Nora Azizah

Pembobolan data perusahaan bisa terjadi pada waktu tertentu, seperti waktu libur.

Pembobolan data perusahaan bisa terjadi pada waktu tertentu, seperti waktu libur.

Foto: Pikist
Pembobolan data perusahaan bisa terjadi pada waktu tertentu, seperti waktu libur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Ardi Sutedja, mengatakan, biasanya data perusahaan atau lembaga dapat bocor secara bertahap. Pembobolan bisa terjadi pada waktu tertentu, seperti libur panjang.

"Pembobolan data itu biasanya terjadi secara bertahap dan berjenjang dan memanfaatkan situasi menjelang liburan seperti weekend dimana orang pada lengah," kata Ardi, Jumat (30/7).

Baca Juga

Ia mengatakan, kebocoran data paling sering terjadi karena beberapa penyebab, antara lain kurangnya pemahaman staf perusahaan terkait perlindungan data dan privasi, kurangnya pembaharuan prosedur perlindungan data, dan ketiadaan pemantauan sistem pengolahan data secara remote. Selanjutnya, ketiadaan backup dan prosedur pengolahan yang baku, klasifikasi data yang buruk, dan ketiadaan prosedur pemusnahan data yang telah didigitalisasi juga menjadi penyebab kebocoran data.

Kemudian, kebocoran data bisa terjadi karenatindakan fisik, seperti pencurian laptop, handphone, dan media penyimpanan data seperti storage device, serta rekayasa sosial atau social engineering, dan karena faktor manusia.

"Masih terkait faktor manusia, data juga bisa bocor karena ketiadaan prosedur baku dalam melindungi data fisik, ketiadaan pemberdayaan staf dan karyawan untuk turut mengamankan aset data perusahaan, dan ketiadaan kebiasaan memutakhirkan sistem perangkat lunak," kata Ardi.

Selain itu, tambah dia, data juga bisa bocor karena tidak dienkripsi, perangkat-perangkat portable yang digunakan untuk menyimpan data tidak memiliki sistem proteksi yang baik, dan ketiadaan pihak ketiga yang siap membantu menangani kebocoran data secara profesional.

"Ke-12 hal tersebut harus serentak dibangun dan tidak bisa berdasarkan fase karena proses pengolahan data itu berjalan 24/7," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA