Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Khan Bantah Laporan Militan Pakistan Dukung Taliban

Jumat 30 Jul 2021 18:33 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

Foto: AP Photo/Bebeto Matthews
Khan menilai Pakistan sudah sangat menderita atas perang panjang AS di Afghanistan.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD --  Perdana Menteri Pakistan Imran Khan membantah laporan bahwa militan Pakistan telah menyeberangi perbatasan ke Afghanistan. Militan Pakistan dilaporkan membantu Taliban dalam memerangi pemerintah Afghanistan.

"Ini benar-benar omong kosong", kata Khan dalam sebuah wawancara dengan pembawa acara PBS NewsHour, Judy Woodruff.

Khan juga mengatakan bahwa, Pakistan telah sangat menderita selama perang panjang AS di Afghanistan. Dia mengatakan, pemerintahnya tidak akan mengizinkan AS mendirikan pangkalan di Pakistan untuk melakukan pekerjaan intelijen atau melakukan operasi kontra-pemberontakan.

“Kami tidak memiliki kapasitas untuk melakukan pertempuran lagi di dalam perbatasan kami, terorisme apa pun di negara kami. Ketika kami berada di puncak perang melawan teror, yang diikuti oleh Pakistan, ada bom bunuh diri yang terjadi di seluruh negeri. Bisnis runtuh, pariwisata runtuh. Jadi kita tidak ingin menjadi bagian dari konflik apapun,” kata Khan.

Khan mengatakan, Pakistan mendorong Taliban untuk bernegosiasi dengan AS dalam mengakhiri konflik di Afghanistan. Dia menambahkan, hasil politik terbaik di Afghanistan adalah pemerintahan inklusi. “Ini adalah hasil terbaik.  Tidak ada hasil lain karena solusi militer telah gagal," kata Khan.
 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA