Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Ganda Putra Gagal Sumbang Emas, Daddies Kalah di Semifinal

Jumat 30 Jul 2021 18:28 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Israr Itah

Pebulutangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan terhenti di semifinal Olimpiade Tokyo 2020.

Pebulutangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan terhenti di semifinal Olimpiade Tokyo 2020.

Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
Hendra/Ahsan gagal menuntaskan misi emas setelah Kevin Sanjaya/Marcus Gideon tersisih

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Misi emas yang diemban Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan pada nomor ganda putra putra bulu tangkis Olimpiade 2020 gagal dituntaskan. Ahsan/Hendra gagal mencapai final setelah takluk 11-21 dan 10-21 dari pasangan China Taipei, Wang Chi Lin/ Lee Yang pada partai semifinal di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jumat (20/7) petang WIB. Dengan kekalahan ini, Ahsan/Hendra hanya bisa membidik perunggu.

The Daddies, julukan Ahsan/Hendra membuka gim pertama dengan apik berkat kesalahan dari wakil Cina untuk unggul 3-0. Namun Wang/Lee mulai memberikan perlawan dan menjadikan angka imbang 5-5.

Baca Juga

Ahsan/Hendra mulai kehilangan ketenangan dan bermain kurang sabar yang menguntungkan pasangan China Taipei dengan menutup interval pertama dengan nilai 11-8. Selepas interval pertama, permainan cepat ditunjukkan Wang/Lee mengeruk rentetan enam angka sekaligus membuat skor menjadi 17-8.

Smes keras terukur dari Wang menutup gim pertama dengan skor 21-11. The Daddies berada dalam tekanan untuk bisa membalikkan keadaan pada gim kedua.

Pada gim kedua berjalan ketat, pasangan Taiwan bermain taktis meski masih bisa diimbangi dengan sabar oleh Ahsan/ Hendra 1-1, 2-2, dan 3-3.

Banyak kesalahan yang dilakukan oleh Daddies. Smes melebar dan pukul drive Ahsan yang sangkut di net menguntungkan Wang/Lee yang memimpin 11-6.

Kesalahan Ahsan/ Hendra kembali terjadi yang membuat lawannya 17-10. Ganda unggulan tiga ini akhirnya menghentikan langkah Ahsan/Hendra dengan empat poin beruntun.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA