Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Indonesia Dapat Bantuan Oksigen dari Lembaga Donor Hong Kong

Jumat 30 Jul 2021 18:01 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nidia Zuraya

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Foto: Republika/Abdan Syakura
Menteri BUMN Erick Thohir mewakili pemerintah mengucapkan terima kasih.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bantuan terus mengalir di tengah mewabahnya pandemi Covid-19 di Indonesia. Kali ini, bantuan datang dari salah satu diaspora Indonesia yang juga merupakan pengusaha di Hong Kong.

Benevolence Charity Hall Ltd Hong Kong sebuah lembaga sosial di Hong Kong telah menyumbangkan 60 unit Oxygen Concentrator (OC) kapasitas 10 liter senilai 30,600 dolar AS atau setara Rp 444,5 juta kepada Pemerintah Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir mewakili pemerintah mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi atas bantuan tersebut. "Kementerian BUMN akan mendistribusikan bantuan tersebut melalui Yayasan BUMN untuk Indonesia kepada rumah sakit yang membutuhkan di tanah air," ujar Erick dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (30/7).

Sebelumnya, sebagai salah satu bentuk upaya membantu Pemerintah Indonesia dalam penanganan pendemi, KJRI Hong Kong telah melakukan pendekatan kepada beberapa mitra di wilayah kerjanya untuk memperoleh pasokan OC guna membantu pasien Covid-19 di berbagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Indonesia. 

Erick menyampaikan upaya KJRI Hong Kong tersebut mendapat respons positif dari Benevolence Charity Hall Ltd Hong Kong, yang merupakan sebuah lembaga sosial yang sering memberikan bantuan dan hibah kepada berbagai negara di Asia.

Erick menyebut OC tersebut dipesan melalui produsen Guangdong OWGELS Science dan Technology Co, Ltd yang berlokasi di Kota Guangzhou, China. Kata Erick, KJRI Hong Kong berkomunikasi dengan pihak Kementerian BUMN terkait pengaturan pengiriman bantuan dari Guangzhou ke Indonesia. 

"Pengiriman bantuan tersebut difasilitasi dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia di Guangzhou," kata Erick menambahkan.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA