Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Sejarah Arab Saudi Terukir di Batu Sejak Ribuan Tahun Lalu

Jumat 30 Jul 2021 05:15 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah

Sejarah Arab Saudi Terukir di Batu Sejak Ribuan Tahun Lalu. Ukiran hewan berusia ratusan tahun di situs batu Arab Saudi.

Sejarah Arab Saudi Terukir di Batu Sejak Ribuan Tahun Lalu. Ukiran hewan berusia ratusan tahun di situs batu Arab Saudi.

Foto: arab news
Ukiran mencakup berbagai jenis hewan yang diambil susu, daging, kulit, dan bulunya.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Arab Saudi memiliki warisan yang kaya yang digambarkan di situs batu yang tersebar di seluruh negeri. Situs ini yang menunjukkan representasi kehidupan agama, politik dan sosial ekonomi sejak zaman kuno.

Ukiran tersebut, beberapa di antaranya berasal dari 12 ribu tahun sebelum masehi. Ini mencakup banyak gambar hewan yang digunakan manusia untuk diambil susu, daging, kulit, dan bulunya.

Baca Juga

Profesor sejarah kuno di King Saud University Salma Housawi mengatakan seni cadas menunjukkan penduduk bagian Selatan Semenanjung Arab mulai berburu dan memelihara hewan sekitar 6.000 tahun sebelum masehi.

“Anjing adalah salah satu hewan pertama yang dijinakkan dan digunakan untuk berburu. Keledai dan banteng yang digambarkan dalam gambar juga dijinakkan saat itu," jelasnya, dilansir dari Arab News, Kamis (29/7).

Housawi mencatat lukisan batu yang tersebar di Barat laut Jazirah Arab, yang berasal dari 4.000 hingga 2.000 tahun sebelum masehi merujuk pada praktik perburuan dan penggembalaan oleh orang-orang di wilayah tersebut. Ketika iklim Arab Saudi menjadi sangat panas dan gersang, ternak secara bertahap menghilang dan digantikan oleh hewan yang lebih cocok dengan lingkungan kering, seperti unta, ibex dan kambing, terutama di wilayah Utara dan Narat.

Profesor itu mengatakan unta pertama kali digambarkan di bebatuan Kilwa Timur laut Tabuk. Dia mengatakan unta digunakan untuk transportasi karena daya tahan dan kemampuannya mempertahankan diri di kondisi gurun yang keras di Semenanjung Arab. Hal ini menjadikan salah satu sumber daya hewan yang paling penting.

“Unta adalah sumber makanan dan alat transportasi yang memainkan peran utama dalam hubungan Arab dengan tetangga mereka, di samping partisipasinya dalam perang," katanya.

Dia mencatat di daerah Jabal Al-Malihiya, 40 kilometer Timur Hail, fasad batunya memiliki prasasti dan gambar penting yang menggambarkan sapi, unta liar, burung unta, dan singa. Dia mengatakan Arab Saudi tertarik untuk mendaftarkan lukisan batu Hail di Daftar Warisan Dunia UNESCO karena gambar hewan ini.

“Daerah Qassim juga dipenuhi dengan gambar hewan burung unta, singa, singa betina, sapi dan unta, sementara di Uyun Al-Jawa Anda dapat menemukan gambar predator, ibex, burung unta, dan unta,” katanya.  

“Gunung Tamiya di wilayah Uglat Asugour juga menampilkan gambar unta dan ibex. Seni cadas di area Al-Bukayriyah menampilkan gambar singa dan singa betina yang menarik bersebelahan," tambahnya.

Seni cadas di wilayah tengah Provinsi Dawadmi, yang menampilkan berbagai jenis hewan yang serupa, juga mencakup auroch. Dia juga mencatat bahwa gambar batu juga menarik untuk adegan berburu mereka, yang menggambarkan secara akurat baik gerakan pemburu dan hewan serta senjata yang digunakan dalam berburu.

“Kementerian Kebudayaan, yang diwakili oleh Otoritas Warisan Saudi, melakukan upaya besar untuk melestarikan dan mendokumentasikan kawasan arkeologi dan sejarah di Kerajaan, bekerja sama dengan berbagai misi asing sesuai dengan Visi Kerajaan 2030,” kata Housawi. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA