Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

Peningkatan Ekspor Dimulai dari Kualitas Produk Petani

Kamis 29 Jul 2021 20:51 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Muhammad Hafil

 Peningkatan Ekspor Dimulai dari Kualitas Produk Petani. Foto:   Gubernur Sumbar, Mahyeldi (kanan) memberi petunjuk saat apel dan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Gubernur Sumatera Barat, di Padang, Senin (17/5/2021). Gubernur dan Wagub melakukan inspeksi mendadak di hari pertama kerja pascalibur lebaran di lingkungan Pemprov Sumbar, salah satunya menindak ASN yang melanggar peraturan karena tidak menggunakan baju KORPRI, tidak menggunakan PIN Anti Gratifikasi dan tidak masuk kerja di hari pertama.

Peningkatan Ekspor Dimulai dari Kualitas Produk Petani. Foto: Gubernur Sumbar, Mahyeldi (kanan) memberi petunjuk saat apel dan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Gubernur Sumatera Barat, di Padang, Senin (17/5/2021). Gubernur dan Wagub melakukan inspeksi mendadak di hari pertama kerja pascalibur lebaran di lingkungan Pemprov Sumbar, salah satunya menindak ASN yang melanggar peraturan karena tidak menggunakan baju KORPRI, tidak menggunakan PIN Anti Gratifikasi dan tidak masuk kerja di hari pertama.

Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
Peningkatan Ekspor Dimulai dari Kualitas Produk Petani.

REPUBLIKA.CO.ID,PADANG-- Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, mengatakan, upaya untuk meningkatkan ekspor produk unggulan Sumatera Barat harus dimulai dari peningkatan kualitas hasil pertanian di tingkat petani. Sehingga komoditi ekspor dari Sumbar yang mayoritas adalah hasil pertanian dapat diterima oleh pasar internasional.

"Kita punya banyak produk unggulan terutama rempah yang dibutuhkan oleh pasar internasional tetapi persoalannya adalah kualitas produk yang belum memadai. Ini harus menjadi perhatian ke depan," kata  Mahyeldi, saat bersilaturahmi dengan salah seorang eksportir di Padang Kamis (29/7).

Baca Juga

Untuk meningkatkan kualitas produk tersebut pemerintah menurut Mahyeldi perlu menurunkan penyuluh ke tingkat petani. Penyuluh ini nanti dapat memberikan transfer ilmu agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.

Selain itu menurut dia adanya lembaga sertifikasi yang bisa mengeluarkan sertifikat untuk memastikan kualitas produk telah sesuai dengan permintaan pasar internasional.

Selain kualitas juga dibutuhkan kuantitas atau volume produksi sehingga bisa memenuhi permintaan pasar meskipun dengan jumlah yang cukup besar. Saat ini produk-produk unggulan di Sumbar seperti kayu manis, minyak atsiri, pala, cassiavera bahkan kopi belum memiliki luasan kebun yang memadai sehingga secara volume masih terbatas.

Setelah kualitas dan volume juga penting untuk menjamin keberlangsungan. Artinya tidak hanya untuk satu dua kali ekspor saja kemudian habis tetapi harus ada keberlanjutan.

Eksportir asal Sumbar yang merupakan  pemilik Perusahaan PT CASSIA COOP,  Adrian Akhza, mengatakan Sumbar memiliki semua syarat untuk mengembangkan pasar ekspor.

"Sumbar punya lahan yang subur, petani yang tangguh bahkan pelabuhan untuk pengapalan produk keluar negeri. Tinggal mau melakukan atau tidak," kata Adrian.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA