Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Langkah Riau Ega di Babak 16 Besar Dihentikan Wakil AS

Kamis 29 Jul 2021 16:55 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Endro Yuwanto

Atlet panahan Indonesia Riau Ega Agatha.

Atlet panahan Indonesia Riau Ega Agatha.

Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
Riau Ega menyerah dengan skor tipis 5-6 dari Wukie Jacob pada babak kedua.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Langkah atlet panahan Indonesia, Riau Ega Agatha, terpaksa terhenti pada babak 16 besar usai kalah dari wakil Amerika Serikat (AS), Jacob Wukie, pada nomor perorangan di Lapangan Yumenoshima, Kamis (29/7) siang WIB. Riau Ega terpaksa mengubur mimpinya untuk mengalungkan medali setelah menyerah dengan skor 5-6 dari Wukie Jacob pada babak kedua.

Atlet asal Blitar itu memulai set pertama babak 16 besar dengan kurang meyakinkan dan harus mengakui keunggulan Wukie dengan skor 19-28.

Sementara pada set kedua, Riau Ega langsung tancap gas dengan tiga tembakan positif 10, 9, dan 9. Akan tetapi, Wukie juga melepas bidikan yang brilian. Set ini berakhir imbang dengan skor 28-28.

Pada set ketiga pemanah berusia 29 tahun itu mampu membalikan keadaan. Ia melakukan tiga bidikan yang sempurna. Riau Ega pun memenangi set ini dengan skor 30-27.

Sayang dewi fortuna tak berpihak memasuki set keempat, Riau Ega kembali kehilangan angka. Ia menyerah dengan skor 26-27 dari atlet Negeri Paman Sam.

Tak ingin tersingkir, Riau Ega langsung membalas di set kelima dengan mencetak dua bidikan 10 dan satu bidikan 8 untuk kembali membuat kedudukan imbang menjadi 5-5.

Perlombaan semakin panas dan berlanjut ke babak shoot-off ketika setiap pemanah melepaskan satu kali bidikan. Namun, Riau Ega kembali gagal memaksimalkan bidikan pada set keenam. Bidikannya hanya memperoleh poin 8, sedangkan Wukie dapat 9 poin.

Dengan gugurnya Riau Ega, maka wakil panahan Indonesia di Olimpiade sudah habis. Sebelumnya Arif Dwi Pangestu sudah tersingkir, pun Diananda Chorunisa, serta Alviyanto Bagas Prastyadi tersisih pagi tadi.

Hasil ini juga gagal menyamai prestasi Olimpiade Seoul 1988, mengingat cabor panahan sempat menjadi primadona dengan mempersembahkan medali pertama bagi kontingen Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA