Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Fakta Joey Jordison, 'Dipecat' Slipknot Hingga Jatuh Sakit

Kamis 29 Jul 2021 15:24 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Nora Azizah

Mantan drummer Slipknot, Joey Jordison, dilaporkan meninggal dunia, Rabu (28/7).

Mantan drummer Slipknot, Joey Jordison, dilaporkan meninggal dunia, Rabu (28/7).

Foto: Youtube
Mantan drummer Slipknot, Joey Jordison, dilaporkan meninggal dunia, Rabu (28/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan pemain drum band metal Slipknot, Joey Jordison, dilaporkan meninggal dunia, Rabu (28/7), waktu setempat. Melansir laman The Guardian, Kamis (29/7), Jordison meninggal dunia di usia 46 tahun.

"Kami sedih berbagi berita bahwa Joey Jordison meninggal dengan damai dalam tidurnya," kata pihak keluarga Jordison.

Baca Juga

Berpulangnya Jordison mengundang sejumlah ucapan duka dari banyak bintang metal dunia. Hal ini wajar saja karena nama Joey Jordison yang juga pendiri band metal ternama dunia Slipknot bukanlah sembarang nama.

"Seorang drummer yang luar biasa, pria fantastis" tulis Serj Tankian dari System of A Dawn.

"Kontribusi Joey pada musik mengubah wajah musik metal di dunia ini, kami tahu itu," tulis vokalis Trivium, Matthew Heafy.

Karier Jordison di dunia musik metal memang tak sembarangan. Jordison merupakan salah satu drummer yang memiliki karakter bermain dengan kecepatan tinggi dalam setiap penampilannya.

Sebelum bersama Slipknot, Jordison kerap bermain di sejumlah band lokal. Dia tampil perdana dengan Slipknot melalui 'Mate. Kill. Feed. Repeat.'. Formasi bertambah menjadi sembilan anggota untuk album debut self-titled mereka pada 1999.

Album debut mereka disertifikasi platinum pada 2000. Album ini juga menduduki puncak tangga album Inggris pada 2001, dan dianggap sebagai mahakarya dari genre musik metal.

Jordison yang kerap tampil menggunakan topeng menyeramkan itu bermain di dua album studio lebih lanjut pada album Vol 3: The Subliminal Verses  (2004) dan All Hope Is Gone (2008), album pertama mereka yang menduduki puncak tangga lagu AS. Pada 2005, ia memenangkan Grammy bersama Slipknot dengan penghargaan penampilan band metal terbaik untuk Before I Forget.

Pada Agustus 2010, pembaca majalah drum Rhythm memilih Jordison sebagai drummer terhebat dari 25 tahun sebelumnya.

“Ini lebih besar dari Grammy bagi saya, kalian membuat saya tetap hidup, tidak cukup hanya berterima kasih kepada kalian semua,” kata Jordison saat itu.

Namun, keputusan berat diambil Jordison ketika dia meninggalkan Slipknot pada 2013. Slipknot mengumumkan perpisahannya dengan Jordison sebagai hal yang menyakitkan.

"Tetapi dengan rasa hormat, karena alasan pribadi Joey Jordison dan Slipknot berpisah," tulis band itu.

Namun, setahun berikutnya, Jordison mengklaim bahwa dia 'dipecat' dari band. Setelah meninggalkan Slipknot, Jordison membentuk band Scar the Martyr, Vimic dan Sinsaenum, dan melanjutkan Murderdolls, sebuah proyek sampingan yang dia mulai pada 2002.

Selama bertahun-tahun, dia juga memainkan drum live untuk Metallica, Korn, Satyricon, Ministry dan  Rob Zombie. Ia juga akhirnya mengungkapkan penyakit yang dideritanya, myelitis transversal, membuatnya tak bisa lagi bermain drum.

“Saya kehilangan kaki saya. Saya tidak bisa bermain drum lagi, ini musuh terburuk yang tak pernah saya harapkan," ungkap Jordison.

Namun, ia bangkit. Dia beraktivitas di gym dan merasa kembali sehat meskipun masih terapi.

"Jika saya bisa melakukannya, Anda bisa melakukannya. Untuk orang-orang dengan multiple sclerosis, myelitis transversal atau semacamnya, saya adalah bukti nyata bahwa Anda dapat mengalahkan omong kosong itu," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA