Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Krisis Uang, KBB akan Sembelih Angsa-Rusa untuk Pakan Hewan

Kamis 29 Jul 2021 14:28 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Indira Rezkisari

Suasana salah satu fasilitas Kebun Binatang Bandung. Penutupan imbas PPKM membuat Kebun Binatang Bandung sulit memenuhi kebutuhan pakan hewannya.

Suasana salah satu fasilitas Kebun Binatang Bandung. Penutupan imbas PPKM membuat Kebun Binatang Bandung sulit memenuhi kebutuhan pakan hewannya.

Foto: ANTARA/Novrian Arbi
KBB persilakan warga yang ingin bantu makanan satwa untuk datang langsung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kebun Binatang Bandung (KBB) mengalami krisis keuangan akibat terdampak penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sejak tanggal 3 Juli hingga awal Agustus mendatang. Agar sejumlah hewan tetap bisa makan, satwa angsa dan rusa akan dikorbankan.

Humas Kebun Binatang Bandung, Sulhan Syafii, mengatakan objek wisata kebun binatang mengalami krisis akibat tidak beroperasi di masa PPKM saat pandemi Covid-19. Apabila PPKM masih berlanjut maka pihaknya memiliki rencana mengorbankan satwa seperti rusa dan angsa untuk pakan hewan buas.

"Itu skenario terburuknya, kalau ditutup terus kayak gini," ujarnya, Kamis (29/7). Ia mengatakan kebutuhan pakan seluruh satwa di Kebun Binatang Bandung mencapai Rp 350 juta.

Apabila PPKM terus dilanjutkan, ia mengatakan rencana tersebut dapat bisa direalisasikan untuk menyelamatkan empat macan tutul Jawa dan dua Harimau Sumatra. Ia pun berencana akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

"Jadi kalau sampai sebulan ke depan atau sebulanan lah September itu kita koordinasi dengan BKSDA, ini bagaimana kita mau potong satwa ini untuk karnivora," katanya. Total angsa sebanyak 39 ekor dan rusa totol sebanyak 30 ekor.

Sulhan mengatakan selama ini menyiasati pemberian pakan kepada hewan karnivora dari daging sapi ke daging ayam yang lebih banyak. Kebutuhan rumput tambahan untuk makanan gajah diperoleh dengan meminta bantuan mencari kepada karyawan.

Ia mengatakan, dampak dari penyiasatan tersebut terlihat seperti kondisi hewan yang kurus namun masih sehat. Pihaknya melakukan penyiasatan untuk menurunkan pengeluaran.

"Kalau dulu kan daging sapinya yang misalnya 10 kilo daging sapinya 50 persen dan 50 persen daging ayam, kita turunkan daging sapinya jadi 3 kilo dan sisanya daging ayam, ini kan jauh menurunkan cost modifikasinya," katanya.

Sulhan mengatakan, harimau Sumatra tiap makan menghabiskan daging 8 kilogram terdiri dari daging sapi dan daging ayam. Sedangkan kebutuhan macam tutul sebanyak 3 hingga 4 kilogram dengan komposisi 1,5 kilogram daging sapi dan sisanya daging ayam. Selain itu pihaknya memiliki empat singa dan tiga harimau Benggala.

Di tengah kondisi saat ini Kebun Binatang Bandung terbantu dengan banyak memperoleh donasi buah-buahan dan sayuran dari masyarakat, komunitas dan instansi. Pihaknya mempersilahkan masyarakat umum yang ingin memberikan bantuan pakan datang langsung ke Kebun Binatang Bandung.

Sulhan berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan kondisi Kebun Binatang Bandung yang saat ini dalam kondisi terdampak Covid-19. Termasuk memikirkan bersama-sama upaya yang dapat dilakukan untuk satwa-satwa.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA