Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Sejarah Hari Ini: Adolf Hitler Pimpin Partai Nazi

Kamis 29 Jul 2021 13:47 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Adolf Hitler

Adolf Hitler

Foto: flickr
Pada 29 Juli 1921, Adolf Hitler menjadi pemimpin Partai Buruh Nasional Jerman (Nazi)

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN - Pada 29 Juli 1921, Adolf Hitler menjadi pemimpin Partai Buruh Nasional Jerman (Nazi). Di bawah Hitler, Partai Nazi tumbuh menjadi gerakan massa dan memerintah Jerman sebagai negara totaliter dari 1933 hingga 1945.

Hitler lahir pada 20 April 1889 di Braunau am Inn, Austria. Dilansir laman History pada Selasa (29/7), Hitler adalah seorang siswa miskin dan tidak pernah lulus SMA.

Selama Perang Dunia I, Hitler bergabung dengan resimen Bavaria tentara Jerman. Dia dianggap sebagai prajurit pemberani tapi para komandannya merasa dia tidak memiliki potensi kepemimpinan dan tidak pernah mempromosikannya melebihi kopral.

Pada 1919 Hitler kemudian bergabung dengan organisasi baru yang disebut dengan Partai Buruh Jerman. Partai tersebut didirikan pada awal yang sama oleh sekelompok kecil orang termasuk tukang kunci Anton Drexler dan jurnalis Karl Harrer.

Partai itu juga mempromosikan kebanggaan Jerman dan anti-Semitisme. Partai Buruh menyatakan ketidakpuasan dengan ketentuan Perjanjian Versailles yakni penyelesaian damai yang mengakhiri perang dan mengharuskan Jerman untuk membuat banyak konsesi dan reparasi.

Hitler segera muncul sebagai pembicara publik partai yang paling khrismatik. Ia menarik anggota baru dengan pidato menyalahkan orang Yahudi dan Marxis untuk masalah Jerman dan mendukung nasionalisme ekstrem dan konsep "ras master" Arya. Pada 29 Juli 1921 Hitler mengambil alih kepemimpinan organisasi tersebut, yang saat itu telah berganti nama menjadi Partai Pekerja Sosialis Jerman Nasionalis.

Pada 1923, Hitler sempat dipenjara kurang dari satu tahun karena pengkhianatan. Setelah bebas, ia mulai membangun kembali Partai Nazi dan berusaha untuk mendapatkan kekuasaan melalui proses pemilihan yang demokratis.

Pada 1929, Jerman memasuki depresi ekonomi yang parah yang menyebabkan jutaan orang menganggur. Nazi memanfaatkan situasi ini dengan mengkritik pemerintah yang berkuasa dan mulai memenangkan pemilihan.

Pada Januari 1933, Hitler diangkat menjadi kanselir Jerman dan pada Maret tahun itu Nazi mengambil alih kekuasaan diktator. Nazi segera datang untuk mengendalikan setiap aspek kehidupan Jerman dan semua partai politik lainnya dilarang.

Setelah kekalahan Jerman dalam Perang Dunia II, di mana sekitar enam juta orang Yahudi Eropa dibunuh di bawah program pemusnahan yang disponsori negara oleh Hitler, Partai Nazi dilarang dan banyak pejabat tingginya dihukum karena kejahatan perang. Hitler meninggal karena bunuh diri pada 30 April 1945, tak lama sebelum Jerman menyerah.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA