Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Matt Damon Akui The Great Wall Bencana dalam Kariernya

Kamis 29 Jul 2021 13:14 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Qommarria Rostanti

Aktor Matt Damon menyebut film The Great Wall adalah bencana dalam kariernya (ilustrasi).

Aktor Matt Damon menyebut film The Great Wall adalah bencana dalam kariernya (ilustrasi).

Foto: AP
Meski tahu filmnya tak akan diterima dengan baik, Damon tetap menyelesaikannya.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Aktor Hollywood, Matt Damon, tidak memasukkan film The Great Wall dalam daftar film luar biasa yang pernah dia perankan sepanjang karirenya. Damon mendapatkan Piala Oscar untuk film Good Will Hunting yang dirilis pada 1997.

Sejak itu, Damon terus mendapat pujian atas perannya dalam film-film yang mendapat pujian kritis termasuk Saving Private Ryan, The Talented Mr. Ripley, dan The Martian. Pada 2016, Damon membintangi The Great Wall, sebuah film aksi fantasi sejarah yang disutradarai oleh pembuat film asal China, Zhang Yimou, sebagai debut penyutradaraannya di Hollywood. Berlatar di China kuno, plot film ini berkisah tentang seorang prajurit bayaran Eropa (Damon) yang melakukan perjalanan ke negara Asia untuk mencari bubuk mesiu.

Dia ditangkap dan dipenjara, tetapi akhirnya bergabung dengan tentara China melawan makhluk mengerikan. Film itu juga menampilkan Willem Dafoe, Pedro Pascal, dan superstar asal China, Andy Lau.

Dilansir di laman Screen Rant, Kamis (29/7), meskipun menghasilkan 334,9 juta dolar AS di box office, film ini  dianggap sebagai kegagalan besar dan sangat dikritik oleh para kritikus. Dalam penampilannya baru-baru ini di siniar "WTF Marc Maron" (melalui The Hollywood Reporter), Damon mengungkapkan pemikiran jujurnya tentang The Great Wall, lima tahun setelah sinema itu dirilis.

Aktor berusia 50 tahun itu mengakui, film itu adalah bencana. Faktanya, Damon telah mengetahui bahwa film itu akan meledak, bahkan sejak dia sedang proses shooting. "Saya seperti, ‘Ini persis bagaimana bencana akan terjadi’. Film itu tidak koheren. Film itu tidak berfungsi sebagai film," ujarnya.

Dia mengatakan, semua tanda mengarah ke "bawah" ketika sutradara Zhang mulai membuat perubahan hanya untuk menyenangkan produser Hollywood. Pada akhirnya, sutradara dan sinematografer terkenal itu akhirnya mengorbankan visi awalnya. Meski tahu bahwa filmnya tidak akan diterima dengan baik, Damon mengatakan, dia tetap bekerja seperti aktor profesional.

The Great Wall berusaha mengikuti jejak Crouching Tiger Hidden Dragon, The House of Flying Dragons, dan film-film China lainnya yang menemukan kesuksesan besar di Hollywood.

Ini jelas menunjukkan banyak janji dari segi konsep, alur cerita petualangan epik, citra indah, adegan aksi akrobatik, dan pemeran bintang papan atas. Sayangnya, film ini gagal untuk memberikan itu semua meskipun semua faktornya sudah terpenuhi.

Sebaliknya, film itu dikritik keras tentang naskahnya yang tidak dipahami dengan baik, efek CGI yang terburu-buru, dan plot yang tidak substansial.

Lebih parahnya lagi, film itu dituduh melakukan perampasan budaya dan mempromosikan superioritas kulit putih dengan menampilkan karakter kulit putih sebagai penyelamat bagi orang-orang China.

Jika ada sesuatu yang bisa disebut heroik tentang The Great Wall, itu pasti datang dari keputusan mengagumkan Damon untuk menyelesaikan produksi itu dan tetap memberikan yang terbaik.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA