Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Kakanwilkumham Sebut 45 Persen Napi di Jatim Sudah Divaksin

Kamis 29 Jul 2021 13:03 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Kepala Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur (Kakanwilkumham Jatim), Krismono.

Kepala Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur (Kakanwilkumham Jatim), Krismono.

Foto: Dok Pemprov Jatim
Terdapat 27 ribu narapidana yang menghuni lapas di Provinsi Jatim.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur (Kakanwilkumham Jatim), Krismono mengatakan, sekitar 45 persen dari 27 ribu warga binaan pemasyarakatan (narapidana) di Provinsi Jatim  sudah divaksin Covid-19. Hal itu sebagai upaya menciptakan kekebalan kelompok di dalam sel.

"Sampai saat ini masih 45 persen yang sudah divaksin," kata Krismono usai menyalurkan bantuan sembako kepada pengemudi dalam jaringan di kantor Kanwilkumham Jatim di Kota Surabaya, Kamis (29/7).

Dia mengatakan, instansinya terus melakukan kolaborasi dengan berbagai elemen, seperti Satgas Covid-19, polisi, dan TNI agar seluruh narapidana di Jatim bisa divaksin. Krismono menyebut, saat ini, program vaksinasi di dalam tahanan masih terus berlangsung.

"Kemarin Situbondo, Bondowoso dan selanjutnya mungkin wilayah lainnya. Laporan yang masuk terus berlangsung," kata Krismono.

Terkait penyaluran sembako, Krismono mengaku menggelontorkan sebanyak 4.300 paket kepada mereka yang membutuhkan. "Kami berkolaborasi dengan Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia (Pengwil INI) Jatim untuk pelaksanaan kegiatan ini," katanya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang hadir dalam pembagian sembako di kantor Kanwilkumham Jatim mengapresiasi kegiatan tersebut ."Saya mewakili warga Surabaya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat di beberapa wilayah seperti di Bronggalan, Rungkut dan juga Wiyung," kata Eri.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA