Rabu 28 Jul 2021 22:54 WIB

Sasaran Vaksinasi Covid-19 di Madiun Capai 154 Ribu Orang

Sasaran tersebut sesuai target yang ditetapkan pemerintah pusat.

Petugas medis memeriksa suhu tubuh wartawan sebelum menerima suntikan vaksin (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Siswowidodo
Petugas medis memeriksa suhu tubuh wartawan sebelum menerima suntikan vaksin (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Madiun, Jawa Timur, mencatat jumlah sasaran warga yang akan mendapatkan vaksin Covid-19 di wilayah setempat mencapai 154 ribu orang. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Madiun dr Denik Wuryanidi Madiun, Rabu (28/7) mengatakan sasaran tersebut sesuai target yang ditetapkan pemerintah pusat.

"Kalau sesuai target yang dulu, capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Madiun sudah 50 persen lebih, tetapi karena dinaikkan, saat ini sekitar 48 persen yang tervaksin dari sasaran," ujarnya.

Baca Juga

Menurut dia, sasaran vaksinasi tersebut terbagi menjadi tiga golongan, yakni masyarakat rentan dan umum, golongan remaja, dan juga golongan tenaga pelayanan publik. "Saat ini, pelaksanaan vaksinasi masih berlangsung dengan sasaran masyarakat rentan dan umum, sedangkan remaja, belum," kata dia.

Sesuai data, di Kota Madiun, dari sasaran total 154 ribu orang, sebanyak 91.456 orang merupakan sasaran masyarakat rentan dan umum. Dari jumlah 91.456 orang tersebut, 23.278 orang di antaranya atau 25,45 persen sudah dilaksanakan vaksinasi dosis pertama.

Sementara itu, ada sebanyak 8.192 atau sekitar 8,96 persen dari sasaran masyarakat umum dan rentan tersebut telah dilaksanakan vaksinasi dosis kedua. "Saat ini, Kota Madiun memang tengah mengejar untuk vaksinasi dosis kedua," kata dia.

Sementara untuk sasaran remaja terdata sebanyak 17.369 orang. Namun vaksinasi untuk sasaran remaja ini memang belum dimulai. Karenanya, capaiannya masih nol persen. Pemerintah, kata Denik, sedang fokus untuk melaksanakan vaksinasi sasaran masyarakat umum dan rentan. 

Artinya, hal itu merupakan masyarakat lansia dan pra-lansia yang mendominasi sasaran vaksinasi. Karenanya, masyarakat diminta untuk bersabar. "Pada prinsipnya vaksinasi terus dilakukan, tetapi memang bertahap, termasuk yang kemarin sudah mendaftar secara daring," katanya. 

Denik menyebut pihaknya juga sedang melakukan pemilahan dan pengelompokan dari pendaftar daring tersebut. Nantinya, vaksinasi akan dilakukan serentak sesuai jadwal masing-masing RT dan kelurahan.

"Tujuan setelah dikelompokkan adalah petugas jadi tahu, berapa sasaran di tiap kelurahan. Kalau sudah saatnya, nanti akan diberitahukan ke kelurahan untuk kemudian disampaikan ke masing-masing ketua RT," ucapnya.

Dengan kegiatan vaksinasi yang terus berjalan, diharapkan bisa segera terbentuk kekebalan kelompok sehingga penularan Covid-19 di Kota Madiun dapat ditekan. Secara total kasus Covid-19 di Kota Madiun hingga Rabu (28/7) mencapai 5.430 orang.

Dari jumlah itu, 4.172 orang di antaranya telah sembuh, 531 lainnya masih dalam perawatan, 402 orang isolasi mandiri dan 325 orang meninggal dunia. Tambahan kasus per Rabu ini, konfirmasi baru 62 orang, sembuh 84 orang dan meninggal dunia tiga orang. Sementara jumlah pelacakan pada Rabu ini sebanyak 208 orang.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement