Saturday, 17 Rabiul Awwal 1443 / 23 October 2021

Saturday, 17 Rabiul Awwal 1443 / 23 October 2021

Malaysia Dapat 415 Ribu Dosis Vaksin AZ dari Inggris

Kamis 29 Jul 2021 03:10 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Menteri Luar Negeri Malaysia, Hishammuddin Hussein, menyebut donasi vaksin Covid-19 dari Inggris dapat membantu mengintensifkan tingkat vaksinasi harian di negaranya.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Hishammuddin Hussein, menyebut donasi vaksin Covid-19 dari Inggris dapat membantu mengintensifkan tingkat vaksinasi harian di negaranya.

Foto: EPA
Per Selasa, 38.2 persen populasi Malaysia telah menerima satu dosis vaksin Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Kementerian Luar Negeri Malaysia menyambut baik kesediaan pemerintah Inggris untuk menyumbangkan 415 ribu dosis vaksin AstraZeneca. Komitmen itu disampaikan oleh Sekretaris Negara untuk Urusan Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris, Dominic Raab, pada Rabu (28/7).

"Atas nama Pemerintah Malaysia, saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada rekan saya Dominic Raab dan Pemerintah Inggris atas kontribusi yang murah hati ini kepada Program Imunisasi Covid-19 Nasional Malaysia," ujar Menteri Luar Negeri Malaysia, Hishammuddin Hussein, di Putrajaya, Rabu.

Baca Juga

Saat berkomunikasi dengan Raab, Hussein mengungkapkan harapannya bahwa kontribusi ini akan membantu Malaysia dalam meringankan situasi pandemi yang sedang berlangsung. Dia mengatakan, vaksin dari Inggris akan membantu mengintensifkan tingkat vaksinasi harian dari Program Imunisasi Covid-19 Nasional Malaysia yang sedang berlangsung.

"Ini adalah lambang hubungan kami yang telah terjalin lama dan kuat yang akan semakin memperkuat kerja sama bilateral dan di berbagai tingkat lainnya," katanya.

Malaysia sangat menghargai dukungan tak ternilai yang diberikan oleh Inggris. Hussein meyakini bahwa kedua negara dapat bekerja sama dalam banyak upaya produktif untuk mengatasi badai pandemi Covid-19 menuju pemulihan yang bermakna.

"Ini juga termasuk kolaborasi pengaturan vaksinasi timbal balik dan gelembung perjalanan timbal balik," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA