Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Delegasi Taliban Temui Menlu China

Rabu 28 Jul 2021 14:21 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Delegasi Taliban melakukan kunjungan ke China pada Rabu (28/7). Ilustrasi.

Delegasi Taliban melakukan kunjungan ke China pada Rabu (28/7). Ilustrasi.

Foto: AP/Hussein Sayed
Delegasi Taliban melakukan kunjungan ke China pada Rabu (28/7)

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING – Delegasi Taliban melakukan kunjungan ke China pada Rabu (28/7). Mereka disebut melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Tianjin.

Dilaporkan laman South China Morning Post, menurut sumber yang mengetahui tentang pertemuan tersebut, delegasi Taliban dipimpin Mullah Abdul Ghani Baradar, salah satu pendiri sekaligus tokoh yang mengepalai kantor politik Taliban di Qatar. Ini adalah pertama kalinya anggota senior Taliban mengunjungi China. Kunjungan itu dilakukan setelah Taliban merebut beberapa distrik utama di provinsi Badakhshan dan Kandahar, Afghanistan.

China telah mengikuti perkembangan penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan. Beijing berusaha memainkan peran lebih besar dalam menuntaskan konflik di negara tersebut. “Posisi China adalah bahwa ini harus diselesaikan di Afghanistan. Situasi di Afghanistan seharusnya tidak mengancam keamanan China,” kata seorang sumber pemerintah China.

Salah satu kekhawatiran China adalah bahwa Taliban sudah menguasai wilayah Afghanistan yang berbatasan dengan Provinsi Xinjiang. Pada masa lalu, Taliban sempat memberikan dukungan kepada kelompok militan Uighur di Xinjiang. Namun saat ini Taliban mengatakan tidak akan mengintervensi urusan internal Negeri Tirai Bambu.

Profesor hubungan internasional di Northwest University China, Yan Wei, mengatakan China dan Taliban memang perlu saling terlibat. “Terlepas dari apakah Taliban akan menjadi pemerintah, itu adalah kekuatan kunci yang mempengaruhi perkembangan politik dan keamanan Afghanistan,” ucapnya.

“Taliban dapat membatasi beberapa organisasi teroris lainnya di Afghanistan. China melalui Taliban dapat memberikan batasan tertentu pada organisasi teroris lainnya, yang berguna untuk keamanan China dan keamanan regional,” kata Yan menambahkan.

Pada Juni lalu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi telah mengatakan negaranya siap menjadi tuan rumah pembicaraan damai intra-Afghanistan. Pada 2019, Taliban sempat mengutus delegasi ke Beijing. Kala itu, mereka bertemu perwakilan khusus China untuk Afghanistan, Deng Xijun.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA