Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Sekolah BM 400 Peduli, Adakan Vaksinasi

Rabu 28 Jul 2021 11:43 WIB

Red: Irwan Kelana

Sekolah Bakti Mulya (BM) 400  Jakarta mengadakan vaksinasi Covid-19 yang diikuti siswa dan keluarga besar sekolah Bakti Mulya 400 serta masyarakat umum, tanggal 28 dan 29 Juli 2021.

Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 Jakarta mengadakan vaksinasi Covid-19 yang diikuti siswa dan keluarga besar sekolah Bakti Mulya 400 serta masyarakat umum, tanggal 28 dan 29 Juli 2021.

Foto: Dok BM 400
Vaksinasi diikuti sekitar 1.000 peserta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk mempercepat penanggulangan wabah Covid-19 di DKI Jakarta, Sekolah Bakti Mulya 400  menjadi salah satu tempat berlangsungnya vaksinasi.  Vaksinasi dosis I tersebut dilaksanakan dua hari yaitu Rabu (28/7) dan Kamis (29/7).

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Sekolah Bakti Mulya (BM)  400 yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) dan Kepolisian Sektor Kebayoran Lama. Vaksinasi  diikuti kurang lebih 1.000 peserta yang terdiri dari siswa dan keluarga besar sekolah Bakti Mulya 400 serta masyarakat umum.

Penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 yang berlangsung secara gratis dipusatkan di SMP Bakti Mulya 400 Jakarta. Kegiatan ini mengusung tema  sekaligus ajakan “Lindungi Diri dan Keluarga dengan Vaksinasi Covid-19”. 

Selaku panitia penyelenggara, Ketua Pelaksana Harian (KPH) Sekolah Bakti Mulya 400, Dr  Sutrisno Muslimin MSi menyampaikan tujuan kegiatan vaksinasi. Pertama, adalah untuk membantu program pemerintah untuk mempercepat proses vaksinasi.

Kedua, untuk mencegah dan menghentikan penyebaran Covid-19. “Ketiga, membentuk civitas akademika yang sehat dan terbebas dari Covid-19,” kata Sutrisno seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Sutrisno Muslimin juga menyampaikan bahwa Sekolah Bakti Mulya 400 siap untuk melakukan pembelajaran tatap muka karena semua guru dan siswa sudah mendapatkan vaksinasi.

Hadir pada kesempatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Jakarta Selatan, Drs  Isnawa Adji MAP; CEO Rumah Sakit Pondok Indah, dr Yuliana; Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan , Joko Sugiarto MPd;  serta jajaran camat Kebayoran Lama, lurah Pondok Pinang, polsek dan puskesmas.

Dalam pengantar kegiatan,  dr  Yuliana menyampaikan bahwa hampir semua rumah sakit mengalami over okupansi untuk menerima pasien Covid-19. Sedangkan Covid-19 sampai sekarang belum ada obatnya. Oleh karena itu dibutuhkan upaya pencegahan dengan cara melakukan vaksin untuk penduduk dalam skala luas.

 “Untuk mencapai kekebalan komunitas diperlukan 70 persen  penduduk tervaksinasi, sedangkan sampai sekarang baru tercapai 43 persen. Oleh karena itu upaya percepatan vaksinasi perlu ditingkatkan,” ujar Yuliana.

Ia  menyampaikan bahwa setelah vaksin, masyarakat  juga tidak boleh lengah. “Jangan lupa tetap menjaga protokol kesehatan.  Jadikan pola hidup bersih dengan mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker serta tetap bekerja dari rumah”, tandasnya mengingatkan.

Sementara itu Joko Sugiarto MPd mengapresiasi kepedulian Sekolah Bakti Mulya 400 dalam penyelenggaraan kegiatan ini.  BM 400 bukan hanya melakukan kegiatan hari ini namun kegiatan seperti donor darah dan kegiatan sosial lainnya. “Kepedulian BM 400 luar biasa”, tandasnya.Senada dengan yang disampaikan Sutrisno Muslimin, Joko Sugiarto juga berharap dengan selesainya vaksinasi untuk guru dan siswa maka pembelajaran tatap muka terbatas dapat segera dilakukan.Selanjutnya dalam sambutan sekaligus pembukaan acara vaksinasi Isnawa Adji mengharapkan kegiatan ini sebagai upaya untuk percepatan vaksinasi bagi masyarakat DKI Jakarta.

“Dengan adanya kegiatan kolaborasi yang dilakukan oleh Sekolah Bakti Mulya 400 sebagai tempat layanan vaksinasi maka makin banyak pusat layanan untuk memutus mata rantai virus Covid-19,” kata Isnawa Adji.

Kegiatan vaksin tahap II direncanakan akan berlangsung pada Rabu-Kamis, 25-26 Agustus 2021 di tempat yang sama. 

“Dengan memanfaatkan kesempatan vaksin ini maka akan segera terwujud herd immunity sehingga kehidupan dapat berjalan secara normal terutama kegiatan belajar mengajar bisa segera berlangsung secara tatap muka kembali,” kata Sutrisno Muslimin.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA