Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Anies: Ada 29 Ribu Orang di Jakarta masih Isoman

Selasa 27 Jul 2021 12:30 WIB

Rep: Flori Sidebang / Red: Ratna Puspita

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan perjuangan untuk menuntaskan pandemi ini belum berakhir meski kondisi pandemi Covid-19 di Ibu Kota secara bertahap mulai terurai dan terkendali. Hingga saat ini, masih banyak warga yang terpapar virus corona dan harus menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri. (Foto: Anies Rasyid Baswedan)

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan perjuangan untuk menuntaskan pandemi ini belum berakhir meski kondisi pandemi Covid-19 di Ibu Kota secara bertahap mulai terurai dan terkendali. Hingga saat ini, masih banyak warga yang terpapar virus corona dan harus menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri. (Foto: Anies Rasyid Baswedan)

Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta
Anies Baswedan mengingatkan perjuangan untuk menuntaskan pandemi ini belum berakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan perjuangan untuk menuntaskan pandemi ini belum berakhir meski kondisi pandemi Covid-19 di Ibu Kota secara bertahap mulai terurai dan terkendali. Hingga saat ini, masih banyak warga yang terpapar virus corona dan harus menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri. 

"Kalau kita perhatikan data-datanya, kita menyaksikan bahwa masih ada lebih dari 29 ribu orang di Jakarta yang masih menjalani isolasi mandiri, masih ada 8.600 yang dirawat di rumah sakit, ada 1.400 yang dirawat di ICU, masih ada 3.900 yang berada di Wisma Atlet dan mereka semua membutuhkan perawatan, membutuhkan fasilitas," kata dia di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (27/7).

Baca Juga

Karena itu, Anies pun berpesan bahwa ikhtiar untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona belum selesai. Anies pun mengingatkan masyarakat agar tidak kendor dalam mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. 

"Perjuangan kita belum selesai, kita harus terus menuntaskan, tapi kita juga harus menyampaikan pesan kepada semua bahwa kerja kolektif seluruh rakyat untuk mengurangi mobilitas selama beberapa pekan terakhir ini sudah menunjukan tanda-tanda berdampak positif terhadap pengendalian wabah," kata Anies.

Selain tetap menjaga penerapan protokol kesehatan, ia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk segera mengikuti program vaksinasi Covid-19. "Bagi yang belum vaksin, segerakan untuk melakukan vaksinasi di banyak tempat tersedia, dengan begitu Insya Allah, kita bisa mengurangi risiko keterpaparan dan risiko fatalitas," tutur dia. 

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, saat ini kasus positif Covid-19 harian dan kasus aktif harian di Ibu Kota mengalami penurunan. "Dari kasus positif harian sudah mulai menurun dan kasus aktif harian angka sudah bisa dilihat di corona.jakarta.go.id kan sudah ada penurunan," ujar Widyastuti. 

Di sisi lain, dia juga menyampaikan bahwa saat ini sudah ada 7 juta lebih warga DKI Jakarta yang menerima vaksin Covid-19. Widyastuti memastikan Dinkes DKI terus mendorong pelaksanaan vaksinasi agar dapat mencapai target minimal 85 persen masyarakat Ibu Kota sudah divaksinasi. 

Kemudian, ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap sejumlah varian baru virus corona yang dinilai lebih cepat menular. "Jadi, angka menunjukan penurunan itu kita optimis, sementara vaksin di DKI Jakarta semakin membaik. Tapi itu jangan membuat menjadi kendor, karena itu tadi, ada varian baru. Kemudian juga prokes yang tetap harus kita jaga," ucapnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA