Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Lacak Covid-19 Berbasis RT, Jabar Butuh 262.388 Tracer

Selasa 27 Jul 2021 08:08 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Gita Amanda

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Jabar akan memiliki satu RT minimal harus ada satu pelacak atau tracer yang berasal dari kader karang taruna, PKK, dan relawan yang dilatih.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Jabar akan memiliki satu RT minimal harus ada satu pelacak atau tracer yang berasal dari kader karang taruna, PKK, dan relawan yang dilatih.

Foto: Republika/Abdan Syakura
Tracer lapangan ini akan melacak kontak erat dari kasus positif yang terkonfirmasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) sedang menyiapkan strategi pelacakan dan pengetesan berbasis RT/RW. Penguatan diperlukan untuk menekan laju penularan terutama dengan kehadiran virus Covid-19 varian delta.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memimpin rakor bersama Kodam III/Siliwangi  – Polda Jabar beserta polres, Polda Metro Jaya serta stakeholders lain untuk membahas skema di lapangan. Disepakati, satu RT minimal harus ada satu pelacak atau tracer yang berasal dari kader karang taruna, PKK, dan relawan yang dilatih.

Tracer lapangan ini akan melacak kontak erat dari kasus positif yang terkonfirmasi. Tracer lapangan akan lapor ke babinsa/bhabinkamtibmas untuk diteruskan ke tracer digital yang berdiam di puskesmas.

Dari tracer digital, data akan dilaporkan ke koramil – kodim – kodam sampai akhirnya bermuara di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku koordinator percepatan pelacakan dan testing ini.

Di Jabar ada sekitar 262.388 RT. Sehingga, membutuhkan 262.388 tracer lapangan. Sementara puskesmas ada 1.100 unit yang berarti butuh 1.100 tracer digital.

“Tracer di Jabar satu RT satu orang. Yang kedua tracer lapangan bisa satu atau dua orang dan tugasnya bisa berinisiatif, dengan atasannya tracer digital. Nah itu, kemudian pastikan mereka tracer digital paham cara mengisi digital,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, Senin malam (26/7).

Emil menitip pesan, agar nanti para petugas di lapangan meniatkan diri untuk mencari orang sakit agar bisa segera diberikan pertolongan dan menjauhkannya dari orang sekitar yang sehat.  

“Kita di lapangan yang paling penting mencari orang sakit dan memisahkannya dengan orang yang sehat. Jumlah relawannya sudah memadai, ini mungkin menjadi penyemangat kita semua,” katanya.

Untuk tracer lapangan, kata dia, sudah ada 200 ribu kader PKK terlatih dan tinggal penajaman mengenai teknis pelaporannya. “Laporan terakhir sudah ada 200 ribuan kader PKK yang siap jadi tracer, itu sudah by name by addres,” ujar Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Ridwan Kamil.  

Sementara dari karang taruna, sudah ada 10.300 anggota yang siap diterjunkan jadi tracer lapangan. “Itu sudah by name by addres dilakukan lewat Google Form. Kami masih menunggu bagaimana alur informasinya,” kata Ketua Karang Taruna Jabar Raden Subchan Daragana.

Sementara untuk tracer digital, sudah ada tenaga dari Kodam III Siliwangi yang sudah dilatih. “Kami sudah ada tracer digital 470 personel. Tracer digital posisi ada di puskesmas dan mereka akan menerima laporan dari tracer lapangan,” jelas Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA