Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Mengapa Jujur dan Jangan Dusta? Ini Pesan Rasulullah ke Ali

Selasa 27 Jul 2021 06:35 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Rasulullah SAW berpesan kepada Ali bin Abi Thalib bersikap jujur. Kejujuran (ilustrasi)

Rasulullah SAW berpesan kepada Ali bin Abi Thalib bersikap jujur. Kejujuran (ilustrasi)

Foto: Antara/Regina Safri
Rasulullah SAW berpesan kepada Ali bin Abi Thalib bersikap jujur

REPUBLIKA.CO.ID, — Dalam sejarah banyak dikisahkan tentang orang-orang yang menjunjung tinggi kejujuran dalam hidupnya sehingga memperoleh simpatik orang lain dan namanya harum dari generasi ke generasi. 

Sebut saja seperti Presiden Amerika Serikat ke-16, Abraham Lincoln yang kukuh memegang prinsip hidup jujur terlebih saat masih bekerja sebagai kasir toko pada masa mudanya, begitu pun Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela yang namanya terus harum di tengah masyarakat Afrika Selatan karena kejujurannya. 

Baca Juga

Di Indonesia ada tokoh pendiri bangsa yakni Muhammad Hatta yang oleh setiap orang dikenal sebagai pemimpin yang jujur, sederhana, arif, dan bijaksana. Merekalah orang besar yang karena kejujurannya selalu dikenang di hati banyak orang.  

Dan tentunya, sebagai Muslim ada sosok yang sangat patut untuk menjadi contoh perihal kejujuran dalam hidup, ialah Nabi Muhammad SAW. Sejak kecil Rasulullah sudah dikenal masyarakat Arab karena kejujuran dan sifat amanahnya. Hingga karena kejujuran yang selalu ditampilkan Rasulullah, banyak penduduk Arab yang akhirnya memeluk Islam.   

Rasulullah SAW pernah memberikan wasiat kepada sahabat Ali bin Abi Thalib yang salah satunya adalah agar selalu menjunjung kejujuran dalam hidup. Pesan Rasulullah ini dapat ditemukan dalam kitab Wasiyat Al Musthafa yang disusun Syekh Abdul Wahab bin Ahmad bin Ali bin Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Musa Asy Syarani Al Anshari Asy Syafi'i Asy Syadzili Al Mishri atau dikenal sebagai Imam Asy Syarani. 

يَا عَلِيُّ، أَصْدُقْ وَإِنْ ضَرَّكَ فِي الْعَاجِلِ فَإِنَّهُ يَنْفَعُكَ فِي الْآجِلِ وَلَا تَكْذِبْ وَإِنْ نَفَعَكَ فِي الْعَاجِلِ فَإِنَّهُ يَضُرُّكَ فِي الْآجِلِ

"Wahai Ali jujur lah engkau, walaupun karena kejujuran itu membahayakan dirimu di dunia, sesungguhnya jujur itu bermanfaat untukmu di akhirat. Dan jangan lah engkau berdusta, walaupun dusta itu (membuatmu) bermanfaat di dunia tapi sesungguhnya dusta itu akan membahayakan dirimu di akhirat."   

Orang yang berkata dan belaku jujur dalam hidupnya pasti mendapatkan pahala dari Allah SWT. Sementara orang yang berdusta tentu akan mendapatkan dosa dan kesialan baik dunia dan akhirat. Itu sebabnya dalam wasiat lainnya Rasulullah menerangkan tentang dampak orang-orang yang terus memperbanyak perbuatan dosa. Di mana salah satunya bisa jadi karena perbuatan  dusta.  

يَا عَلِيُّ، مَنْ كَثُرَ ذُنُوْبُهُ ذَهَبَ بَهَاؤُهُ “Wahai Ali, barangsiapa yang banyak dosanya maka jadi hilang sinar wajahnya.” 

يَا عَلِيُّ، عَلَيْكَ بِصِدْقِ الْحَدِيْثِ وَحِفْظِ الْحَدِيْثِ وَحِفْظِ الْأَمَانَةِ وَسَخَاءِ النَّفْسِ وَعِفَّةِ الْبَطْنِ “Wahai Ali, hendaklah jujur dalam bicara, menjaga pembicaraan dan menjaga amanat, memiliki hati dermawan, dan jagalah perut (dari barang-barang haram).”

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA