Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Setelah Judoka Aljazair, Atlet Sudan Juga Tolak Lawan Israel

Selasa 27 Jul 2021 06:24 WIB

Rep: Rizky Jaramaya / Red: Nashih Nashrullah

Atlet Sudan tak ingin hadapi judoka asal Israel bentuk dukungan Palestina. Ilustrasi Olimpiade Tokyo

Atlet Sudan tak ingin hadapi judoka asal Israel bentuk dukungan Palestina. Ilustrasi Olimpiade Tokyo

Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
Atlet Sudan tak ingin hadapi judoka asal Israel bentuk dukungan Palestina

REPUBLIKA.CO.ID,  TOKYO – Atlet judo atau judoka asal Sudan, Mohamed Abdalrasool telah mengundurkan diri dari Olimpiade di Tokyo. Dia mundur setelah absen dari pertarungan yang dijadwalkan melawan judoka asal Israel.

Abdalrasool dijadwalkan menghadapi Tohar Butbul dari Israel di kelas 73kg putra pada Senin (26/7). Tetapi dia tidak muncul ketika pertandingan akan berlangsung.

Baca Juga

International Judo Foundation (IJF) tidak segera mengumumkan alasan Abdalrasool tidak ikut bertanding. 

Insiden ini terjadi setelah judoka asal Aljazair, Fethi Nourine mengundurkan diri dari Olimpiade pekan lalu untuk menghindari kemungkinan bertanding melawan Butbul. 

Nourine mengatakan, dia menolak bertanding dengan Butbul karena tak mau menodai perjuangan Palestina untuk bebas dari pendudukan Israel.

"Kami bekerja keras untuk mencapai Olimpiade. Tetapi tujuan (kemerdekaan) Palestina lebih besar dari semua ini," ujar Nourine, dilansir Middle East Monitor, Selasa (27/7).

Nourine juga menolak untuk bermain melawan Butbul pada 2019 ketika dia menarik diri dari kejuaraan dunia Judo.  

Dia mengatakan, dukungan politiknya untuk perjuangan Palestina membuatnya tidak mungkin untuk bersaing dengan atlet Israel. IJF menanggapi hal tersebut dengan menangguhkan Nourine dan pelatihnya, Amar Benikhlef.

"Kami tidak beruntung dengan undian. Kami mendapat lawan Israel dan itulah mengapa kami harus mundur. Kami membuat keputusan yang tepat," ujar Nourine.

Dalam sebuah pernyataan, IJF mengatakan posisi Nourine berlawanan dengan filosofi Federasi Judo Internasional. "IJF memiliki kebijakan non-diskriminasi yang ketat, mempromosikan solidaritas sebagai prinsip utama, diperkuat nilai-nilai judo," ujar pernyataan IJF.

Ini bukan pertama kalinya politik dan olimpiade saling bertentangan. Pada Olimpiade Athena 2004, juara dunia Iran saat itu Arash Mirasmaeili menolak untuk melawan judoka Israel Ehud Vaks.

Sementara itu, dalam Olimpiade di Rio de Janeiro pada 2016, judoka Mesir, Islam El Shehaby dipulangkan setelah menolak untuk berjabat tangan dengan judoka Israel, Or Sasson, ketika pertarungan mereka berakhir.   

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA