Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Pascagempa M 6,5, Warga Kecamatan Togean Mengungsi

Selasa 27 Jul 2021 00:39 WIB

Red: Ratna Puspita

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan warga Kecamatan Togean mengungsi ke tempat yang lebih tinggi pascagempa berkekuatan magnitudo (M) 6,5 yang mengguncang Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (26/7) malam. (Ilustrasi Gempa)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan warga Kecamatan Togean mengungsi ke tempat yang lebih tinggi pascagempa berkekuatan magnitudo (M) 6,5 yang mengguncang Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (26/7) malam. (Ilustrasi Gempa)

Foto: Pixabay
Gempa berkekuatan M 6,5 mengguncang Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan warga Kecamatan Togean mengungsi ke tempat yang lebih tinggi pascagempa. Gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,5 yang mengguncang Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (26/7) malam. 

"Upaya evakuasi mandiri tampak dilakukan warga Kecamatan Togean. Mereka yang tinggal di tepi pantai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Baca Juga

Abdul juga mengatakan hingga kini belum ada laporan kerusakan di kecamatan tersebut. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tojo Una Una masih berada di lokasi untuk mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak panik, seperti dilakukan di tengah warga Kecamatan Una Una.

Di samping itu, BPBD meminta warga untuk menginformasikan apabila terjadi kerusakan rumah atau warga terdampak di wilayah tersebut. Laporan lain juga disampaikan BPBD setempat mengenai situasi di beberapa kabupaten lain di Provinsi Sulawesi Tengah, seperti Kabupaten Morowali Utara, Pohuwato,Banggai dan Poso. 

BPBD Kabupaten Morowali Utara memantau kondisi lapangan setelah warganya merasakan guncangan kuat. Sedangkan di Kabupaten Banggai, kondis telah normal kembali dan tidak ada laporan kerusakan.Sementara di wilayah Kabupaten Poso, warga juga merasakan guncangan kuat. 

Dampak guncangan memicu pasien COVID-19 yang berada di lantai 3 RSUD Poso berhamburan turun keluar bangunan. "BPBD setempat pun segera mendirikan tenda untuk para pasien COVID-19," katanya.

Sementara itu BPBD Bolaang Mongondow Utara di Provinsi Sulawesi Utara juga melaporkan warga beberapa kecamatan di wilayah tersebut merasakan guncangan kuat. “Seperti di Kecamatan Bintauna, Kaidipang, Pinogaluman, Bol Itang Baat dan Bol Itang Timur,” kata Abdul Muhari.

Sebelumnya, wilayah Kabupaten Tojo Una Una Kembali diguncang gempa bumi pada Senin malam pukul 19.09 WIB. Setelah pada pagi pukul 10.52 WIB, gempa M 5,9 memicu guncangan kuat sekitar dua hingga tiga detik, yang dirasakan masyarakat setempat.Saat gempa terjadi, warga panik hingga keluar rumah.

Pantauan BPBD menyebutkan warga mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi di Desa Sansarino, Kecamatan Ampana Kota. Jaringan listrik masih diberitakan padam dan belum ada laporan kerusakan pascagempa.

Parameter gempa menunjukkan pusat gempa terjadi 59 km timur laut Tojo Una-Una dengan kedalaman 10 km. Titik gempa ini berada di laut. Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa tidak berpotensi tsunami. 

Sedangkan gempa yang terjadi pada Senin pagi, pukul 10.52 WIB, pusat gempa berada 55 km timur laut Tojo Una Una dengan kedalaman yang sama, 10 km. Dilihat dari jenis dan mekanisme gempa bumi, fenomena yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi karena sesar Lokal. 

Analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan normal atau normal fault. Hingga pukul 19.40 WIB, hasil monitoring Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa susulan atau aftershock sebanyak satu kali dengan M3,4. 

BMKG memberikan rekomendasi kepada masyarakat di Pesisir Bolaang dan Bunta untuk menjauhi pantau sementara waktu dan tetap tenang. BNPB mengimbau warga untuk tidak panik dan memantau situasi atau informasi dari sumber resmi, seperti dari BMKG, BNPB maupun BPBD setempat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA