Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Covid-19 di Sydney Dikhawatirkan Melonjak Usai Unjuk Rasa

Senin 26 Jul 2021 20:14 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Suasana jalanan yang sepi Sydney Harbour Bridge, Australia, Selasa (29/6).

Suasana jalanan yang sepi Sydney Harbour Bridge, Australia, Selasa (29/6).

Foto: AAP
Covid-19 di Sydney diperkirakan akan melonjak setelah ribuan orang turun ke jalan

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Kasus infeksi Covid-19 di Sydney diperkirakan akan melonjak setelah ribuan orang turun ke jalan untuk memprotes kebijakan karantina wilayah atau lockdown. Pada Senin (26/7) kasus positif Covid-19 di kota berpopulasi enam juta itu bertambah 145 kasus.

Angka itu bertambah sedikit dibandingkan satu hari sebelumnya. Sejak wabah terbaru terjadi pada pertengahan Juli, jumlah kasus infeksi virus corona di Australia bertambah 2.226.

Lonjakan kasus infeksi disebabkan virus corona varian Delta yang lebih menular. Sebagian besar dilaporkan di barat daya Sydney.

Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales (NSW) Gladys Berejiklian mengatakan lockdown yang berlaku di Sydney akan diperpanjang lagi setelah Jumat (30/7). Detail tentang perpanjangan dan pembatasan aktivitas masyarakat akan disampaikan dalam beberapa hari ke depan.

"Kami mungkin harus lebih ketat di beberapa daerah dan melonggarkan beberapa daerah lainnya," katanya seperti dikutip dari South China Morning Post, Senin (26/7).

Jumlah kasus infeksi di kota terpadat di Australia itu dapat melonjak setelah unjuk rasa akhir pekan kemarin. Para pengunjuk rasa mengabaikan peraturan pembatasan sosial dalam kerumunan yang besar. Menurut pihak berwenang, demonstrasi itu dapat menjadi media penyebaran virus.

Ribuan pengunjuk rasa anti-karantina wilayah atau lockdown membanjiri jalanan kota-kota besar Negeri Kanguru. Beberapa di antaranya bentrok dengan polisi. Lebih dari 50 orang didakwa melanggar perintah kesehatan publik.

Diperkirakan semakin banyak yang akan ditangkap karena polisi mendapatkan banyak petunjuk dari masyarakat. Foto-foto dan video unjuk rasa tersebut tersebar di media sosial, termasuk foto seorang pria yang tampaknya memukul kepala polisi penunggang kuda.  

Komisaris Polisi Mick Fuller mengatakan telepon ke polisi 'tidak hanya tumpahan kemarahan masyarakat mengenai unjuk rasa tersebut tapi bagaimana cara polisi diperlakukan'. Ia menambahkan polisi mengetahui rencana unjuk rasa susulan dan perilaku yang sama 'tidak akan ditoleransi lagi'.

Negara Bagian Victoria hanya melaporkan 11 kasus infeksi baru dalam 24 jam terakhir. Tidak ada kasus yang terjadi di masyarakat. Victoria yang memberlakukan peraturan pembatasan sosial yang lebih ketat dari NSW akan mengakhiri karantina wilayah mereka pada Selasa (27/7) besok.

South Australia mengatakan mereka dalam jalur untuk mengakhiri karantina wilayah satu pekan yang akan berakhir Rabu (28/7). Negara bagian yang juga sedang menjalani karantina wilayah itu hanya melaporkan satu kasus infeksi baru.  

Dengan sekitar 32 ribu kasus infeksi dan 918 kasus kematian akibat virus corona, Australia berhasil menekan dampak pandemi Covid-19 yang melumpuhkan dunia. Namun masyarakat Australia masih cemas dengan varian Delta dan lambatnya program vaksinasi dan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA