Dindik Jatim Godok Rumusan Teknis Pembelajaran Tatap Muka

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Muhammad Fakhruddin

Dindik Jatim Godok Rumusan Teknis Pembelajaran Tatap Muka (ilustrasi).
Dindik Jatim Godok Rumusan Teknis Pembelajaran Tatap Muka (ilustrasi). | Foto: BPJS Kesehatan

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur (Jatim) berniat menggelar pembelajaran tatap muka secara terbatas setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berakhir. Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi menyatakan, pihaknya tengah menggodok rumusan teknis agar pembelajaran tatap muka yang digelar berjalan lancar, tanpa menimbulkan masalah.

Wahid menilai, pembelajaran tatap muka perlu segera digelar mengingat pembelajaran jarak jauh secara daring tidak bisa berjalan efektif. Ada sejumlah faktor yang membuat pembelajaran jarak jauh kurang efektif. Seperti permasalahan sarana prasarana, hingga daya tangkap siswa yang kurang maksimal dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh.

"Bahkan ada hal khusus yang harus tatap muka. Misalnya SMK itu kan memberikan pembelajaran kompetensi keahlian, keterampilan. Ini kan tidak bisa tidak tatap muka," ujarnya, Ahad (25/7). 

Wahid menyebut, sebelum penerapan PPKM Darurat, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa sudah merumuskan kebijakan terkait pembelajaran tatap muka terbatas. Pertama, PTM dilaksanakan setiap hari empat jam pelajaran, masing-masing pelajaran 30 menit tanpa istirahat. 

"Jadi hanya dua jam. Kalau masuk jam 07.00 WIB, jam 09.00 WIB sudah bisa meninggalkan sekolah (pulang). Diharapkan sebelum Sholat Duhur, semuanya sudah sampai di rumah agar tidak terjadi kerumunan di mushola sekolah masing-masing," ujarnya. 

Selain itu, masing-masing siswa hanya diperkenankan masuk dua hari dalam satu pekan. Kemudian yang perlu dikontrol ketat ialah kesiapan sarana prasarana sekolah di dalam menerapkan protokol kesehatan. Dimana sekolah harusenyiapkan Standard Operational Procedure (SOP) terkait penerapan protokol kesehatan.

"Misalnya guru saat mengajar tidak boleh keliling kelas. Harus jaga jarak," kata Wahid. 

Selain itu, lanjut Wahid, tiap-tiap sekolah harus membentuk Satgas Covid-19. Satgas yang dibentuk ini melibatkan siswa utamanya OSIS yang bertugas mengingatkan dan memantau temannya agar protokol kesehatan terlaksana dengan baik.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Jika Covid Turun, Jokowi: Sekolah Tatap Muka Akan Dibuka

Jateng Terus Percepat Vaksinasi Anak Usia 12–17 Tahun

Jatim Berencana Gelar PTM Terbatas Usai PPKM Darurat

UNS Bakal Terapkan PTM Bersyarat dan Bertahap

Pembelajaran di Masa Pandemi Harus Aman dan Nyaman

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark