Sabtu 24 Jul 2021 22:23 WIB

FKIP UMS Berinovasi Model Baru PLP 2 di Masa Pandemi

Peserta didik tidak terlalu terbebani dan mengeluarkan energi berlebihan.

Rep: Binti Sholikah/ Red: Muhammad Fakhruddin
FKIP UMS Berinovasi Model Baru PLP 2 di Masa Pandemi. Gedung Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Foto: Humas UMS
FKIP UMS Berinovasi Model Baru PLP 2 di Masa Pandemi. Gedung Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO -- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuat inovasi model baru program Pengenalan Lapangan Persekolahan 2 (PLP 2) di masa pandemi Covid-19.

PLP 2 yang awalnya diadakan dengan model PMP (Program Mengajar Perintis) dan PCGP (Program Calon Guru Penggerak) diubah mengingat kondisi yang masih diselimuti pandemi Covid-19. FKIP UMS menggelar koordinasi terkait model baru PLP 2 tersebut secara daring pada Sabtu (24/7).

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS, Sutama, mengatakan, timnya telah mengambil inisiasi yang inovatif, supaya peserta didik tidak terlalu terbebani dan mengeluarkan energi berlebihan.

"Kami sepakat untuk mentransformasikan pola PLP 2 yang semula PMP dan PCGP menjadi pola yang lebih sederhana," kata Sutama seperti tertulis dalam siaran pers yang diterima Republika, Sabtu.

Ketua Lab Pembelajaran Terpadu UMS, M Fahmi Johan Syah, menjelaskan, konsep baru PLP 2 UMS ini bernama PCGP COI (Program Calon Guru Penggerak Community Of Inquiry) dan PCGP COI Terintegrasi KKNdik dengan mengambil fokus pada mendesain pembelajaran yang menyenangkan sesuai dengan Key Point Pembelajaran Masa Pandemi Kemendikbudristek.

Selain melibatkan mahasiswa, PLP 2 dengan pola terbaru ini juga melibatkan dosen sebagai pembimbing dalam pelaksanaan PLP 2, baik dalam merencanakan konsep pembelajaran maupun dalam penulisan jurnal terindeks Sinta 3. "Sekarang konsepnya mendesain konsep pembelajaran bersama dosen," ujar dosen FKIP UMS itu.

Program PCGP COI Teritegrasi KKNdik ini juga memungkinkan mahasiswa untuk menerbitkan jurnal di Sinta 3 dan dapat menggantikan mata kuliah KKNdik serta mendapat nilai tinggi, "Jika terintegrasi KKNdik nilainya langsung A," ungkap Fahmi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement