Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Batasi Aktivitas Anak di Luar Agar Terhindari dari Covid-19

Sabtu 24 Jul 2021 21:56 WIB

Rep: Santi Sopia/Desy Susilawati/ Red: Muhammad Subarkah

Seorang anak bersama sejumlah warga dewasa  di tengah suasana pandemi dengan tanpa mengenakan masker ikut antre untuk mendapatkan makanan berbuka puasa di Cempaka Putih di Jakarta, Indonesia pada 16 April, 2021. (ilustrasi)

Seorang anak bersama sejumlah warga dewasa di tengah suasana pandemi dengan tanpa mengenakan masker ikut antre untuk mendapatkan makanan berbuka puasa di Cempaka Putih di Jakarta, Indonesia pada 16 April, 2021. (ilustrasi)

Foto: Anadolu Agency
Meningkatnya kasus positif COVID-19 pada anak menunjukan masih ada celah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meningkatnya kasus positif COVID-19 pada anak menunjukan masih ada celah dalam penerapan protokol kesehatan di keluarga. Hal itu memberi andil terjadinya penularan virus pada anak. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran sentral dalam melindungi anak dari Covid-19.

Menurut dr. Muliaman Mansyur, Head of Medical KALBE Nutritionals, setiap orang tua perlu terus menjalankan penerapan protokol kesehatan dan langkah-langkah pencegahan lainnya. Orang tua perlu membatasi aktivitas di luar rumah termasuk untuk anak-anak. 

“Jika memang terpaksa, orang tua harus jalankan selalu protokol kesehatan saat pulang ke rumah,” kata Muliaman, dalam keterangannya, Sabtu (24/7).

Selain itu, orang tua harus lebih bijak dalam hal meningkatkan daya tahan tubuh. Nutrisi dengan gizi sehat dan seimbang berperan penting supaya sel-sel dalam tubuh menjadi lebih baik. Saat ada yang rusak, itu bisa diperbaiki, termasuk sel-sel imun. 

Perhatikan juga nutrisi makro dan mikro pada anak, serta jadwalkan makan yang teratur yaitu 3x makan besar dan jam snacking. Selain itu, orang tua juga perlu memberikan nutrisi tambahan yang mengandung sinergi probiotik dan prebiotik, serta vitamin C, D dan E sebagai penunjang daya tahan tubuh anak. “Semua nutrisi ini bisa mendukung daya tahan tubuh Si Kecil sehingga mampu menangkal virus,”  jelas dr. Muliaman. 

Penelitian membuktikan bahwa sistem kekebalan tubuh sangat berhubungan dengan saluran pencernaan. Hal ini terjadi karena saluran pencernaan yang baik memungkinkan penyerapan nutrisi dalam tubuh bisa dilakukan dengan baik, yang pada akhirnya membuat daya tahan tubuh menjadi lebih baik. 

Semua berpusat di saluran cerna anak-anak. Jadi selain makanan hariannya yang dijaga gizinya, nutrisi tambahan juga perlu diberikan. Salah satu cara membantu orang tua memenuhi kebutuhan nutrisi pada anak agar tumbuh kembangnya tetap optimal dan mampu memperkuat daya tahan tubuhnya

Kementerian Kesehatan RI menemukan kecenderungan varian Delta menyerang anak di bawah usia 18 tahun. Data dari tim Gugus Tugas COVID-19, menunjukan jumlah anak yang positif COVID-19 hingga 13 Juli 2021 sekitar 328 ribu anak berusia 0 – 18 tahun  atau 12,8 persen  dari total kasus terkonfirmasi.

Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat setidaknya saru dari delapan kasus COVID-19 terjadi pada anak. Melihat kasus harian pada anak mengalami peningkatan, IDAI juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi tertulis pada 28 Juni 2021 termasuk salah satunya percepatan vaksinasi pada anak serta imunisasi dimulai untuk anak usia 12-17 tahun.

Sementara itu, pada kesempatan terpisah Dokter Spesialis Anak, Siloam Hospitals TB Simatupang, dr Sandra Darmawan SpA mengatakan kasus covid 19 sudah ada sejak masa pandemi di Indonesia. Namum memang beberapa bulan terakhir angka penularan covid pada anak meningkat. Kasus tersebut meningkat lantaran adanya cluster keluarga. Dimana, masih banyak orang tua harus bekerja dan keluar masuk rumah.

 

“Kebanyakan yang masuk untuk dirawat itu bersama-sama dengan orang tuanya,” ujarnya disela acara diskusi kesehatan Inovasi Baru Layanan Anak saat Pandemi Covid 19, pada Instagram Live yang diselenggarakan oleh Siloam Hospitals, Sabtu (24/7).

 

Gejala covid pada anak, sebenarnya sama dengan gejala covid pada orang dewasa, yaitu demam, batuk, pilek dan kadang mata merah. Gejala lain yang banyak terjadi pada anak adalah diare. “Jangan pernah menyangkal kalau anak memiliki gejala covid, segera periksa,” ujarnya.

 

Untuk mendiagnosis anak terkena covid atau tidak, anak bisa melakukan pemeriksaan yang sama dengan orang dewasa, namun standardnya adalah polymerase chain reaction (PCR). Teknik pengambilan dari hidung atau tenggorokan.

 

Dokter Sandra mengatakan untuk mengobati anak nyang terpapar covid 19, secara prinsip obatnya sama dengan irang dewasa. Tetapi, pemberian obat akan dibedakan pada yang tanpa gejala, gejala ringan, sedang dan berat. Tidak dipukul rata.

 

“Misalnya oseltamivir untuk anak bergejala sedang atau berat. Yang bisa diberikan ke semua anak penderita covid adalah vitamin, vitamin D3, C, E dan zink, untuk dosis diukur berdasarkan usia dan berat badan.”

 

Selain itu, berikan anak makanan dengan gizi seimbang. Gizi seimbang akan memberikan modal dasar tubuh untuk melawan penyakit. Jangan lupa olahraga dan berjemur karena bisa merubah pro vitamin d yang ada dalam tubuh kita untuk menjadi vitamin D. “Ada peneltiian, covid itu senang dengan orang yang vitamin Dnya rendah,” ujarnya.

 

Mencegah covid pada anak

 

Untuk menghindari anak-anak terkena covid, ia mengatakan sebaiknya memang jangan membawa anak keluar rumah, anak tetap berada di rumah. Hal ini penting karena virus covid menular dari orang ke orang.

 

“Virus itu harus ada inang atau induknya yaitu manusia. Jika pasien covid batuk sendirian , namun disebelahnya tidak ada orang, lama kelamaan virus akan mati karena tidak dapat inang untuk berkembang biak, yang jadi inang itu manusia,” paparnya.

 

Jadi kuncinya untuk mencegah penularan covid, sebaiknya hindari kerumunan dan lakukan pembatasan sosial (social distancing). Jangan lupa rajin mencuci tangan, karena virus bisa bertahan diatas permukaan seperti meja, pegangan pintu, pegangan kulkas, selama sembilan jam lebih. Virus ini bisa masuk melalui mukosa mata, mulut dan hidung, ketika Anda menyentuh bagian tersebut.

 

“Orang tua sebaiknya mengajarkan hal demikian sejak dini, misalnya kebiasaan cuci tangan. Karena penularan lewat mulut, sejak kecil biasakan anak tidak sharing baik gelas maupun peralatan makan,” ujarnya.

 

Hal ini berlaku untuk barang pribadi lain seperti handuk, sisir dan lainnya. Bukan hanya untuk mencegah virus covid 19, tapi juga penyakit lain. Kebiasaan tersebut harus diajarkan pada anak agar mereka terbiasa sejak kecil untuk mempunyai pola hidup sehat.

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA