Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Kenapa Masyarakat Belum Patuhi Prokes? Ini Kata Epidemiologi

Ahad 25 Jul 2021 02:45 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati / Red: Agus Yulianto

Ridwan Amiruddin.

Ridwan Amiruddin.

Foto: Antara
Kebijakan pengendalian Covid-19 di pusat harus bisa diterjemahkan di tingkat lokal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski upaya pengendalian pandemi Covid-19 termasuk protokol kesehatan (prokes) terus digencarkan, ternyata masih banyak masyarakat yang abai bahkan tidak mematuhinya. Epidemiolog dari Universitas Hasanuddin Makassar Ridwan Amiruddin menilai, fenomena itu terjadi karena karakter masyarakat Indonesia yang beragam.

"Indonesia adalah  bangsa yang majemuk. Dengan 270 juta jiwa penduduk, ribuan suku itu maka karakternya luar biasa beragam," katanya saat mengisi konferensi virtual bertema PPKM End Game?, Sabtu (24/7).

Jadi, dia menambahkan, harus dipahami ada warga yang kasar, ada yang karakternya halus. Oleh karena itu, dia meminta, kebijakan pengendalian Covid-19 di level pemerintah pusat harus bisa diterjemahkan tingkat lokal. 

Artinya, Ridwan menegaskan, peran tokoh lokal sangatlah penting. Kebijakan dari pemerintah pusat harus bisa disampaikan oleh pemimpin lokal seperti tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, hingga tokoh pendidikan. 

"Nah keterlibatan mereka ada yang hilang dalam pengendalian pandemi ini," ujarnya. Oleh karena itu, ia meminta keterlibatan seluruh elemen bangsa ini perlu dimaksimalkan. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA