Pemkab Garut Salurkan Bantuan untuk Pekerja Terdampak PPKM

Rep: Bayu Adji P/ Red: Esthi Maharani

Pelaku usaha di Kabupaten Garut memasang spanduk berisi curhat lantaran penghasilannya turun akibat kebijakan PPKM Darurat.
Pelaku usaha di Kabupaten Garut memasang spanduk berisi curhat lantaran penghasilannya turun akibat kebijakan PPKM Darurat. | Foto: dok. Istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut secara resmi meluncurkan bantuan kepada beberapa profesi yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Jumat (23/7). Bantuan itu diperuntukkan bagi para pekerja harian yang penghasilannya menurun selama PPKM Darurat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana mengatakan, penerima bantuan ini adalah penarik becak, kusir delman, pedagang kaki lima (PKL), seniman, dan sopir angkot. Menurut dia, mereka adalah masyarakat yang paling terdampak adanya perpanjangan PPKM Darurat di Kabupaten Garut.

Ia menjelaskan, bantuan itu hanya diberikan satu kali dengan besaran Rp 250 ribu setiap orangnya. "Besarnya bantuan ini juga sifatnyakan hanya stimulan, karena adanya rentang waktu perpanjangan," kata dia melalui keterangan resmi, Jumat.

Nurdin mengatakan bantuan itu diberikan sebagai wujud keberpihakan Pemkab Garut kepada masyarakat. Ia berharap, bantuan itu dapat meringankan beban masyarakat Garut yang terdampak PPKM.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Garut, Ade Hendarsyah menjelaskan, terdapat sekitar 5.845 warga yang akan menerima bantuan stimulus tersebut. Mereka yang akan merima di antaranya 2.226 PKL, 461 penarik becak, 528 kusir delman, 1.524 sopir angkot, dan 1.076 seniman.

Guna menghindari kerumunan, Ade menambahkan, pihaknya membagi penyaluran bantuan di beberapa lokasi. Lokasi-lokasi antara lain Bank BPR Garut untuk PKL, Kantor Disparbud Garut untuk seniman, Kantor Dishub Garut untuk penarik becak dan kusir delman, dan Kantor Organda Garut untuk sopir angkot. Penyaluran bantuan itu akan dilakukan hingga Senin (26/7). Total anggaran yang disiapkan untuk bantuan itu sebesar Rl 1,5 miliar.

Ade menambahkan, pihaknya juga berencana akan memberikan bantuan kepada pegawai hotel dan restoran. "Dari 5.000 sekian, kita baru usulkan Rp 1,5 miliar. Per orangnya dapat Rp 250 ribu. Itu kita akan salurkan untuk PHRI, bukan pemilik hotelnya tapi untuk karyawan-karyawannya," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Polresta Cirebon Distribusikan 1.300 Paket Sembako Kapolri

Anggota Kodim Tegal Salurkan Bantuan PPKM

Indonesia Pertimbangan Pelonggaran PPKM, WHO Desak Perketat

BCA Kantongi Laba Bersih Rp 14,45 Triliun

Komisi IX: Pelonggaran Aktivitas Harus Diikuti Prokes Ketat

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image