Kamis 22 Jul 2021 12:33 WIB

BOR RSUP Sanglah Naik Lagi Dekati 80 Persen

BOR ICU RSUP Sanglah terisi 86 persen.

Petugas menyemprotkan cairan eco enzyme di area Pura Agung Jagatnatha saat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Denpasar, Bali. RSUP Sanglah Bali melaporkan kenaikan keterisian tempat tidur pasien Covid-19.
Foto: ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Petugas menyemprotkan cairan eco enzyme di area Pura Agung Jagatnatha saat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Denpasar, Bali. RSUP Sanglah Bali melaporkan kenaikan keterisian tempat tidur pasien Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali, dr I Wayan Sudana, mengatakan persentase tingkat hunian atau bed occupancy rate (BOR) isolasi pasien Covid-19 di rumah sakit meningkat. Angka BOR Sanglah menjadi 79,4 persen.

"Jika dilihat data secara keseluruhan baik pasien (Covid-19) yang berada di ruang isolasi ICU maupun non-ICU rata-rata kan dari jumlah seluruhnya 223 tempat tidur dan dihuni 177 pasien sehingga persentasenya saat ini jadi 79,4 persen," kata dr I Wayan Sudana dalam keterangan persnya di Denpasar, Rabu (21/7) malam.

Baca Juga

Ia mengatakan, RSUP Sanglah untuk pelayanan Covid-19 memiliki 223 tempat tidur. Dengan rincian terdiri dari 100 tempat tidur non ICU yang saat ini ditempati oleh 71 pasien, persentase BOR 71 persen.

Sementara, di ruang ICU memiliki 123 tempat tidur dari jumlah itu dihuni 106 pasien dengan persentasenya 86,2 persen. Kata dia, dari dua tempat tidur itu baik yang isolasi di ICU maupun non ICU rata-rata dari jumlah tempat tidur 223 dihuni 177 pasien dengan persentasenya 79,4 persen.

Sementara itu, terkait ketersediaan oksigen setiap hari membutuhkan 8 ton. Jumlah yang disuplai dari Satgas Covid-19 Bali tidak jauh berbeda dengan kebutuhan per harinya.

"Saat ini untuk ketersediaan O2 kami memang rutin mengecek karena sudah diatur suplainya oleh Satgas Covid Bali. Kami teratur mendapatkannya dan setiap hari butuh 8 ton sehingga suplainya lebih kurang sebesar itu juga," katanya.

Ia mengatakan bahwa rata-rata kendaraan truk tangki membawa O2 ke beberapa rumah sakit di wilayah Bali dengan berat sekitar 10 sampai 15 ton. "Satu truk tangki tidak saja untuk satu rumah sakit saja, sehingga kendaraan itu bawanya keliling. Karena rumah sakit merupakan hilirnya dari semua kasus Covid-19 tentu yang menerima yang sudah sakit. Peranan di hulu sangat penting, sehingga penting untuk tetap ikuti prokes," katanya.

Sebelumnya, pada Jumat (16/7) tercatat ada 205 tempat tidur untuk pasien Covid-19 yang di ruang ICU dan non ICU dengan nilai BOR keseluruhan dari yaitu persentasenya 75,6 persen.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement