Selasa 20 Jul 2021 22:00 WIB

Permintaan Plasma Konvalesen di Depok Tinggi

PMI Kota Depok mengimbau penyintas Covid-19 melakukan skrining donor plasma.

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Yudha Manggala P Putra
Penyintas COVID-19 melakukan donor plasma konvalensen. Ilustrasi
Foto: ANTARA/Idhad Zakaria
Penyintas COVID-19 melakukan donor plasma konvalensen. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Kebutuhan plasma konvalesen di Kota Depok saat ini sedang tinggi dan sulit didapat. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok pun mengimbau warga penyintas Covid-19 melakukan skrining donor plasma.

Menurut Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok Dudi Mi'raz, penyintas Covid-19 harus melakukan skrining di Markas PMI Kota Depok. Skrining ini untuk melihat masih terdapat antibodi yang tersisa pascaterinfeksi Covid-19.

"Kami mengimbau penyintas Covid untuk melakukan skrining di PMI. Tujuannya, jika masih ada antibodi di dalam tubuh penyintas, maka kami akan melakukan pengambilan plasma. Tentu dengan izin dari penyintas," ujar Dudi di Markas PMI Kota Depok, Selasa (20/7).

Menurut Dudi, saat ini permintaan plasma konvalesen cukup banyak dari rumah sakit. Sedangkan PMI Kota Depok belum bisa memenuhi akibat terbatasnya jumlah plasma. "Saat ini kami hanya memiliki empat kantong plasma. Itu juga sudah dipesan. Untuk daftar tunggu per tanggal 01-18 Juli sebanyak 289 kantong, namun pasokannya tidak ada," jelasnya.

Dudi berharap, para penyintas Covid-19 yang mengalami gejala sedang hingga berat, mau melakukan donor plasma konvalesen. Ini juga sebagi bukti kepedulian dalam membantu sesama. "Mudah-mudahan para penyintas mau melakukan skrining donor plasma. Dengan begitu, stok plasma konvalesen di PMI bisa mencukupi," harapnya.

Untuk diketahui, beberapa tahapan skrining antara lain pengecekan titer antibodi, pengecekan penyakit menular, DNA virus, hepatitis, darah lengkap. Serta skrining antibodi lainnya.

"Kami sangat berharap sekali banyak warga penyintas yang mau malakukan donor plasma konvalesen untuk membantu permintaan warga yang saat ini sedang membutuhkan," ujar Dudi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement