Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Mayoritas Muslim Australia Pernah Alami Diskriminasi

Rabu 21 Jul 2021 05:25 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah

Mayoritas Muslim Australia Pernah Alami Diskriminasi. Anggota komunitas Muslim pergi setelah merayakan liburan Islam Idul Adha di Masjid Auburn Gallipoli di Sydney, Australia, 31 Juli 2020. New South Wales telah memberikan pengecualian bagi 400 orang untuk berkumpul di sebuah masjid di Sydney barat untuk merayakan Idul Fitri Idul Adha adalah yang paling suci dari dua hari libur Muslim yang dirayakan setiap tahun, itu menandai ziarah tahunan Muslim (Haji) untuk mengunjungi Mekah, tempat paling suci dalam Islam. Muslim menyembelih hewan kurban dan membagi daging menjadi tiga bagian, satu untuk keluarga, satu untuk teman dan kerabat, dan satu untuk orang miskin dan yang membutuhkan.

Mayoritas Muslim Australia Pernah Alami Diskriminasi. Anggota komunitas Muslim pergi setelah merayakan liburan Islam Idul Adha di Masjid Auburn Gallipoli di Sydney, Australia, 31 Juli 2020. New South Wales telah memberikan pengecualian bagi 400 orang untuk berkumpul di sebuah masjid di Sydney barat untuk merayakan Idul Fitri Idul Adha adalah yang paling suci dari dua hari libur Muslim yang dirayakan setiap tahun, itu menandai ziarah tahunan Muslim (Haji) untuk mengunjungi Mekah, tempat paling suci dalam Islam. Muslim menyembelih hewan kurban dan membagi daging menjadi tiga bagian, satu untuk keluarga, satu untuk teman dan kerabat, dan satu untuk orang miskin dan yang membutuhkan.

Foto: EPA-EFE/JOEL CARRETT
Diskriminasi paling sering terjadi ketika berurusan dengan penegakan hukum.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Survei terbaru menunjukkan hampir 80 persen Muslim Australia mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan. Hasil ini merupakan laporan Komisi Hak Asasi Manusia Australia yang melakukan survei nasional terhadap lebih dari 1.000 Muslim. 

Tindakan ini sebagai reaksi setelah serangan teroris Maret 2019 di Selandia Baru oleh seorang nasionalis kulit putih Australia. Laporan yang dirilis pada Selasa (20/7), mengatakan hampir 80 persen Muslim Australia mengalami diskriminasi.

Baca Juga

Diskriminasi paling sering terjadi ketika berurusan dengan penegakan hukum, di tempat kerja atau ketika mencari pekerjaan seperti di toko atau restoran, dan online. Sebenarnya lebih dari 60 persen Muslim Australia setuju Australia adalah masyarakat yang ramah.

Tetapi, hampir seperempatnya merasa tidak dapat berbicara ketika mereka atau seseorang yang mereka kenal mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan. Hampir 80 persen Muslim mengatakan serangan teror Christchurch, Selandia Baru membuat mereka selalu khawatir.

Hampir semua orang yang diwawancarai dapat memberikan contoh seseorang dalam keluarga dekat atau kelompok pertemanan mereka yang pernah menjadi korban pelecehan, atau insiden kebencian atau fitnah. “Kisah-kisah yang dibagikan  Muslim Australia untuk proyek ini telah menyadarkan saya bahwa arus bawah diskriminasi agama, fitnah, dan kebencian yang bermanifestasi begitu mengerikan dalam serangan Christchurch bukanlah penyimpangan,” kata Tan dalam laporan itu dilansir dari The Sydney Morning Herald.

“Pengalaman Islamofobia dan kebencian anti-Muslim rutin dialami di Australia," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA