Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Wagub Jabar Ajak Masyarakat Berbagi dalam Momentum Idul Adha

Selasa 20 Jul 2021 15:54 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum berbincang dengan pedagang saat berkunjung ke pasar hewan kurban di Cihanjuang, Kota Cimahi, pekan lalu. Uu mengapresiasi manajemen pasar hewan kurban sudah menerapkan sistem penjualan online. Selain itu, Uu juga memberikan arahan terkait penegakan prokes dalam setiap rangkaian kegiatan hari raya Idul Adha 1442 H.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum berbincang dengan pedagang saat berkunjung ke pasar hewan kurban di Cihanjuang, Kota Cimahi, pekan lalu. Uu mengapresiasi manajemen pasar hewan kurban sudah menerapkan sistem penjualan online. Selain itu, Uu juga memberikan arahan terkait penegakan prokes dalam setiap rangkaian kegiatan hari raya Idul Adha 1442 H.

Foto: Humas Pemprov Jawa Barat
Wagub Jabar ingatkan masyarakat tetap menjaga prokes saat berbagi daging qurban

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKLAMAYA -- Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum berharap Iduladha ini menjadi momentum tolong-menolong dan berbagi dengan berkurban. Apalagi, pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat saat ini, banyak masyarakat yang sektor ekonominya terdampak. 

“Oleh karena itu momentum ini yaitu untuk memberikan kebaikan berupa kurban. Jadi saya mengajak pada mereka yang berlebih untuk berqurban demi pahala dan kebaikan kita semua,” kata Uu melalui keterangan resmi kepada Republika, Selasa (20/7).

Meski demikian, Uu mengingatkan kembali pada proses pemotongan hewan kurban harus selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes). Hal tersebut harus sesuai dengan kebijakan yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat.

Selain itu, ia menambahkan, pelaksanaan pemotongan hewan kurban harus sesuai dengan petunjuk yang telah disepakati oleh Pemerintah Provinsi Jabar, DMI Jabar, Kemenag, dan MUI. "Jangan sampai peringatan hari besar ini ada kemudharatan yaitu meningkatnya kasus positif Covid-19. Pemerintah bukan berarti melarang untuk berkurban dan melaksanakan shalat Iduladha, hanya mengatur dan membatasi,” kata dia.

Uu menjelaskan, perayaan Iduladha ini mempunyai makna adanya barokah. Yaitu bertambahnya kebaikan dengan saling berbagi.

Ia juga meminta masyarakat harus selalu bersabar dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. “Bersabar ini bukan berarti diam menerima segala cobaan, tapi bersabar juga harus berusaha untuk menghindar dan mengantisipasi cobaan ini. Termasuk di dalamnya adalah melaksanakan prokes,” katanya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA