Pepen Banyak Terima Aspirasi PPKM Darurat tak Diperpanjang

Rep: Uji Sukma Medianti, M Fauzi Ridwan/ Red: Andri Saubani

Petugas kesehatan memberikan perawatan kepada pasien yang berada didalam tenda darurat RSUD Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi, Jawa Barat. (ilustrasi)
Petugas kesehatan memberikan perawatan kepada pasien yang berada didalam tenda darurat RSUD Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi, Jawa Barat. (ilustrasi) | Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Pemerintah pusat hingga kini masih menggodok rencana perpanjangan ataupun penghentian PPKM darurat. Meski begitu, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mendapatkan banyak masukan dari beragam lapisan masyarakat terkait dampak ekonomi yang diakibatkan oleh PPKM darurat.

"Pekerja sudah mulai kesulitan untuk membiayai kehidupan sehari-harinya, para pengusaha juga sudah mulai mengeluh karena dia membiayai gaji (karyawan)," kata Pepen panggilan Rahmat, sapaan akrabnya, ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Senin (19/7).

Selain itu, ia juga mendapat masukan dari para pengusaha kuliner. Mereka mengaku sudah menjerit lantaran pemberlakuan PPKM darurat yang membatasi kegiatan usaha.

"Kita bilang, tunggu dulu, besok kan habis, bagaimana kalau Pak Presiden memerintahkan kita di Kota Bekasi ini apakah ada kelonggaran apakah diperpanjang," terangnya.

Adapun, kasus aktif Covid-19 di Kota Bekasi per 17 Juli 2021, mencapai 3.567 kasus. Jumlah ini berkurang 0,51 persen dibandingkan sehari sebelumnya.

Begitupun dengan jumlah kasus konfirmasi harian di Kota Bekasi yang turun signifikan dari 1.201 kasus menjadi 584 kasus.

 

Baca Juga



Keberatan atas PPKM darurat juga disampaikan oleh Wali Kota Bandung Oded M Danial akan melayangkan surat kepada pemerintah pusat. Surat keberatan tersebut berisi aspirasi-aspirasi dari para pedagang pasar dan ojek online yang terkena dampak.

"Mereka curhat bahwa mereka sudah enggak tahan dan enggak kuat. Mobilna geus teu kacicilan (cicilan mobil sudah tidak mampu), motor sudah berat ojek online, mereka sudah berat," ujarnya, Senin (19/7).

Ia menuturkan, para pedagang, pengendara ojek online menemuinya sambil beraudiensi serta menyampaikan aspirasi-aspirasi. Mereka meminta agar Pemkot Bandung melayangkan surat keberatan kepada pemerintah pusat.

"Mereka menyampaikan aspirasi ke Pemkot Bandung, Mang Oded diminta menyampaikan aspirasi ke pemerintah pusat soal keberatan (perpanjangan). Insyallah saya akan buat," katanya.

Ia mengaku surat yang berisi aspirasi masyarakat secepatnya akan dibuat dan langsung ditandatangani untuk segera dikirimkan.

photo
Akses Jalan di Bandung yang Ditutup Selama PPKM Darurat - (republika.co.id)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


DIY Terapkan Buka-Tutup Jalan Jika PPKM Darurat Diperpanjang

Pastikan Penerbangan Aman dengan Tes PCR di Diagnos Lab

Jokowi Minta Pemda Siapkan Tempat Isolasi Terpusat

Kasus Covid-19 di DIY Naik 10 Kali Lipat

Jokowi: Butuh Kepemimpinan Kuat Hadapi Pandemi Covid-19

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image