Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Kemenparekraf Kucurkan Rp 2,4 Triliun Bantu Sektor Wisata

Ahad 18 Jul 2021 07:43 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Nur Aini

Menparekraf Sandiaga Uno

Menparekraf Sandiaga Uno

Foto: dokpri
Porsi anggaran bantuan sektor wisata akan disesuaikan dengan kondisi tiap daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan mengucurkan dana hibah sebesar 2,4 triliun untuk bantuan bagi pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, dana tersebut diperoleh dari hasil diskusi dengan Kementerian Keuangan.

Baca Juga

"Target sementara hasil diskusi dengan Kementerian Keuangan, kita akan mengutilisasi dana yang teralokasi sebesar Rp 2,4 triliun dan harapannya ini bisa tereksekusi," ujar Sandiaga di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Jl Setiabudi, Kota Bandung, Sabtu (19/7).

Sandiaga mengatakan, terkait verifikasi dan validasi data, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif saat ini berjumlah 34 juta orang.

Menurut Sandiaga, porsi anggaran tersebut akan disesuaikan dengan kondisi tiap daerah. Sandiaga mencontohkan, salah satu alokasi yang besar adalah Provinsi Jawa Barat. Selain populasinya tinggi di Indonesia, kunjungan wisatanya pun menjadi andalan. 

"Jawa Barat ini provinsi dengan populasi tertinggi dan provinsi dengan jumlah kunjungan wisatawan 100 juta yang didominasi wisatawan nusantara, tentu alokasi harus dipertimbangkan untuk ditambahkan itu upaya kita. Dan datanya akan diverifikasi dan divalidasi, dengan koordinasi dengan pemerintah daerah," paparnya.

Sementara menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jawa Barat Dedi Taufik, dampak pandemi sangat terasa bagi para pelaku parekraf.

Salah satu indikatornya, kata dia, banyak pengusaha hotel dan pariwisata gulung tikar. Contoh terbaru ada 10 pengusaha di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang menutup usahanya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA