Saturday, 26 Jumadil Akhir 1443 / 29 January 2022

Saturday, 26 Jumadil Akhir 1443 / 29 January 2022

Filipina Deteksi Kasus Pertama Covid-19 Varian Delta

Jumat 16 Jul 2021 13:16 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Seorang petugas menyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac kepada warga di Manila, Filipina, Selasa (22/6). Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan memenjarakan warga Filipina yang menolak vaksinasi Covid-19 dan meminta mereka meninggalkan Filipina ke negara yang terdampak parah, seperti India dan Amerika Serikat, jika mereka tidak mau bekerja sama untuk mengakhiri pandemi. (AP Photo/Aaron Favila)Putra M Akbar

Seorang petugas menyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac kepada warga di Manila, Filipina, Selasa (22/6). Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan memenjarakan warga Filipina yang menolak vaksinasi Covid-19 dan meminta mereka meninggalkan Filipina ke negara yang terdampak parah, seperti India dan Amerika Serikat, jika mereka tidak mau bekerja sama untuk mengakhiri pandemi. (AP Photo/Aaron Favila)Putra M Akbar

Foto: AP Photo/Aaron Favila
Filipina mendeteksi 16 kasus infeksi Covid-19 varian delta.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Filipina mencatat kasus pertama infeksi virus corona varian delta yang menyebar di antara masyarakat setempat. Kementerian Kesehatan Filipina mengatakan satu orang meninggal dunia karena Covid-19 varian delta.

Pada Jumat (16/7), Wakil Menteri Kesehatan Maria Rosario Vergeire mengatakan Filipina mendeteksi 16 kasus infeksi Covid-19 varian delta. Sebanyak 11 kasus di antaranya ditularkan di antara masyarakat.

Baca Juga

Vergeire mengatakan satu orang meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit di Manila pada 28 Juni lalu. Lima orang yang dites positif adalah warga Filipina yang baru pulang dari Uni Emirat Arab, Qatar, dan Inggris. 

Pihak berwenang Filipina telah kesulitan dalam berusaha menghentikan penyebaran varian delta di masyarakat, setelah varian virus corona tersebut menyebabkan lonjakan kasus infeksi di negara itu. Varian virus corona yang pertama kali dideteksi itu dianggap sebagai penyebab utama ledakan kasus positif di negara-negara Asia Tenggara akhir-akhir ini seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia. 

sumber : Reuters2
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA