Tuesday, 3 Jumadil Awwal 1443 / 07 December 2021

Tuesday, 3 Jumadil Awwal 1443 / 07 December 2021

Diet Rendah Garam Cegah Hipertensi pada Kehamilan

Jumat 16 Jul 2021 03:33 WIB

Rep: Desy Susilawaty/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Ibu hamil (ilustrasi). Hipertensi pada ibu hamil bisa dicegah dengan makanan bergizi dan rendah garam

Ibu hamil (ilustrasi). Hipertensi pada ibu hamil bisa dicegah dengan makanan bergizi dan rendah garam

Foto: Republika.co.id
Hipertensi pada ibu hamil bisa dicegah dengan makanan bergizi dan rendah garam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hipertensi masih berpotensi terjadi pada ibu hamil. Angka kejadian pre-eklamsia (hipertensi pada kehamilan) sebenarnya lebih tinggi di negara berkembang seperti Indonesia yang persentasenya mencapai sekitar 7 sampai 10 persen. Lalu bagaimana cara mencegahnya?

Dokter Spesialis Gizi Klinik di Melinda Hospital Bandung, dr. Johanes Chandrawinata, MND, SpGK, menjelaskan mengontrol asupan kalori dan nutrisi lainnya sangat penting untuk mencegah risiko hipertensi pada kehamilan. Ada beberapa cara untuk mencegah hipertensi dalam kehamilan, serta meningkatkan imunitas ibu dan janin yang dikandungnya. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan pola makan yang memperbanyak sayuran dan ikan, dan strategi diet rendah garam.

"Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang kaya sayur dan ikan mengurangi kemungkinan terkena hipertensi gestasional sebesar 14 persen dan pre-eklamsia sebesar 21 persen," ujar dr. Johanes dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Kamis (15/7).

Ia mengatakan melakukan diet rendah garam juga menjadi salah satu cara untuk mencegah munculnya penyakit degeneratif seperti hipertensi pada orang yang tidak hamil. Dengan mencegah hal tersebut, peluang kita untuk menjaga sistem imun semakin tinggi. Sudah banyak penelitian tentang penurunan asupan natrium (garam).

Contoh, Halim dkk dalam penelitian terbaru tahun 2020, Journal of Food Science juga membuktikan peran Monosodium Glutamat (MSG) dalam menjaga rasa nikmat pada makanan walaupun kadar natrium nya dikurangi antara 30 sampai 60 persen. "Dari penelitian tersebut, dapat kita simpulkan bahwa penurunan asupan garam dapat dicapai tanpa harus mengorbankan cita rasa makanan dengan penambahan MSG secukupnya,” ucap dr. Johanes.

Hal tersebut diungkapkan dokter Johanes dalam Webinar Event: Peran Gizi Sebagai Langkah Pengendalian Hipertensi dan Menjaga Sistem Imun dalam Kehamilan. Acara yang diselenggarakan PT AJINOMOTO INDONESIA bekerjasama dengan GIZI KEBUGARAN INDONESIA dilakukan sebagai upaya mendukung ibu agar tetap sehat dengan menyebarluaskan fakta informatif tentang bumbu umami dan manfaat klinis MSG di tengah pandemi Covid 19.

Acara webinar ini diperuntukkan bagi bidan dan mahasiswi kebidanan karena mereka merasa perlu menyebarkan fakta yang benar dan informatif tentang MSG dan bumbu umami yang akan mendukung ibu-ibu di Indonesia untuk tetap sehat, bahkan di situasi pandemi Covid 19.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA