Sebanyak 11 KK Rusunawa Menteng Terpapar Covid-19

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Andri Saubani

Warga melukis dinding Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Menteng Asri, Kota Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 11 KK di rusunawa ini dilaporkan terpapar Covid-19. (ilustrasi)
Warga melukis dinding Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Menteng Asri, Kota Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 11 KK di rusunawa ini dilaporkan terpapar Covid-19. (ilustrasi) | Foto: Antara/Arif Firmansyah

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Sebanyak 11 kepala keluarga (KK) di Rusunawa Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor terpapar Covid-19. Penghuni rusunawa yang terpapar Covid-19 berasal dari blok B, C, dan D yang sebagian besar berprofesi sebagai tenaga medis dan pedagang pasar.

Kepala UPT Rusunawa, Ilham Gunawan mengatakan, para penghuni rusunawa yang terpapar Covid-19 menjalani isolasi mandiri di hunian masing-masing. Pihak rusunawa juga telah membuat sekat agar membedakan kawasan yang terdapat pasien Covid-19.

“Yang terpapar ada di blok B, C, D. Mereka menjalani isolasi mandiri di hunian, kita sudah sekat-sekat. Rata-rata terpapar karena bekerja di luar. Ada yang berprofesi sebagai tenaga medis, ada yang jualan sayur di pasar,” kata Ilham ketika dihubungi Republika, Kamis (15/7).

Lebih lanjut, Ilham menjelaskan, pihak UPT Rusunawa telah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 wilayah dan puskesmas setempat. Saat ini, di rusunawa dibuat dapur umum dan berencana untuk dibuat tempat isolasi.

Tak hanya itu, warga yang terpapar Covid-19 mendapat bantuan dari UPT Rusunawa, Kecamatan Bogor Barat, dan bantuan pribadi. Bantuan tersebut berupa makan sehari-hari dan sembako.

“Kita juga dapat bantuan obat dari puskesmas, tapi berjenjang. Karena di Rusunawa ada warga yang KTP-nya di luar daerah jadi itu butuh proses,” tuturnya.

Meski para warga yang terpapar menjalani isoman, Ilham mengatakan, pihak puskesmas setempat secara rutin mengunjungi warga yang isoman. Berdasarkan laporan yang diterimanya, dari 11 KK yang terpapar, saat ini tiga KK di antaranya sudah dinyatakan negatif Covid-19 dan siap untuk beraktivitas.

“Puskesmasnya sangat proaktif, terbaiklah puskesmas,” ucapnya.

Saat ini, sambung dia, puskesmas berencana untuk memindahkan seorang warga yang positif Covid-19 dalam keadaan hamil 9 bulan. Serta seorang warga lain yang merupakan warga lanjut usia (lansia).

“Dua orang itu kita koordinasi dengan puskesmas untuk dipindah, antara ke RSUD Kota Bogor atau ke BPKP Ciawi. Itu kewenangan puskesmas. Sehari dua hari ini dipindahkan, karena harus konfirmasi dulu ke penghuninya,” ucapnya.

Dia menambahkan, jika kasus terus bertambah, pihaknya akan memindahkan warga yang terpapar ke gedung serbaguna. Dengan tujuan agar tidak memaparkan virus ke warga lain.

“Tapi kita lihat dulu grafiknya. Itu kewenangan puskesmas,” tutupnya.



()
--

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Terkait


Epidemiolog Minta Luhut Transparan Soal Data 

Ganjar Klaim Mobilitas Masyarakat Jateng Turun 21 Persen

Gaya Komunikasi Luhut Dikritik, Pemilihan Diksi Minim Empati

Penerangan Jalan di Medan Dimatikan Selama PPKM Darurat

Kemenko Perekonomian Perpanjang PPKM Dua Pekan Sekali

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image