Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Warga London Wajib Bermasker Walau Inggris Longgarkan Aturan

Rabu 14 Jul 2021 17:27 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

 Pejalan kaki yang mengenakan masker pelindung wajah berjalan di Jalan Oxford, London. Wali Kota London Sadiq Khan wajibkan warga bermasker di transportasi umum. Ilustrasi.

Pejalan kaki yang mengenakan masker pelindung wajah berjalan di Jalan Oxford, London. Wali Kota London Sadiq Khan wajibkan warga bermasker di transportasi umum. Ilustrasi.

Foto: EPA-EFE/FACUNDO ARRIZABALAGA
Wali Kota London Sadiq Khan wajibkan warga bermasker di transportasi umum

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Wali Kota London Sadiq Khan menekankan transportasi publik di London atau Transport for London (TfL) akan terus memberlakukan kewajiban memakai masker setelah Senin (19/7) mendatang. Pasalnya mulai Senin, persyaratan masker di transportasi umum di Inggris akan berakhir sebagai bagian dari peta pemerintah untuk melonggarkan pembatasan Covid-19.

Khan mengatakan tidak siap berdiam diri dan menempatkan warga London serta pemulihan kotanya dalam bahaya dengan tidak terus memberlakukan penggunaan masker. Dia telah meminta TfL untuk menjadikan penggunaan masker sebagai "kondisi wajib" setelah 19 Juli.

Baca Juga

"Dengan menjaga masker tetap wajib, kami akan memberi warga London dan pengunjung kepastian dan kepercayaan diri untuk memanfaatkan transportasi, sementara juga melindungi pekerja transportasi, serta mereka yang mungkin rentan dan bergantung pada jaringan untuk berkeliling kota kami," ujar Khan seperti dikutip dari laman Sky News, Rabu (14/7).

"Ini adalah lapisan perlindungan ekstra yang ditingkatkan TfL dan saya yakin warga London akan terus melakukan hal yang benar seperti yang telah mereka lakukan selama pandemi, dan terus mengenakan penutup wajah pada layanan TfL," ujarnya melanjutkan.

Khan menuturkan pilihan paling sederhana dan teraman bagi pemerintah adalah untuk menjaga persyaratan hukum memakai masker di transportasi publik. Seperti diketahui, di Inggris pendekatan pemerintah soal masker menuai kritik.

Sejumlah pihak mempertanyakan mengapa mandat masker dihapus ketika anggota masyarakat masih diharapkan untuk memakainya di beberapa situasi. "Seperti yang telah kami tetapkan, kami beralih dari diktat pemerintah universal menjadi mengandalkan tanggung jawab pribadi rakyat," kata seorang juru bicara pemerintah.

Menurutnya, petunjuk sudah jelas bahwa orang-orang diharapkan dan direkomendasikan untuk memakai masker saat bersentuhan dengan orang yang biasanya tidak mereka temui di ruang tertutup dan ramai. "Terbuka bagi operator transportasi untuk memutuskan apakah mereka ingin mengambil tindakan lebih lanjut," ujar juru bicara tersebut.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah meminta publik untuk menjalankan tanggung jawab pribadi soal masker. Dia mengimbau terus memakai masker di ruangan yang ramai dan tertutup.

Pekan lalu, Menteri Transportasi Inggris Grant Shapps mengatakan kepada anggota parlemen dia sangat terbuka dengan maskapai penerbangan, perusahaan kereta api, dan operator bus yang memberlakukan aturan terkait Covid, termasuk mengenakan masker, setelah 19 Juli.

Badan-badan industri mengatakan tidak ada operator kereta api domestik atau perusahaan bus dan pelatih besar yang akan mewajibkan penumpang untuk memakai masker mulai Senin depan. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Serikat Asosiasi Staf Gaji Transportasi Manuel Cortes, menyambut baik imbauan Wali Kota London.

"Kami menyambut baik langkah ini dan berharap TfL, otoritas transportasi lain, dan operator kereta api akan mengambil langkah serupa untuk melindungi staf dan penumpang," katanya.

"Terus memakai penutup wajah di tempat-tempat ramai itu sederhana, masuk akal, dan akan meningkatkan kepercayaan pada transportasi umum," ujarnya menambahkan.

Penumpang di semua layanan TfL, termasuk Tube, bus, trem Docklands Light Railway, Overground, dan TfL Rail harus tetap mengenakan penutup wajah di stasiun dan sepanjang perjalanan mereka kecuali mereka dikecualikan. Petugas penegak hukum di London akan dapat menolak akses atau mengeluarkan penumpang yang ditemukan tidak mematuhi persyaratan masker.

Staf stasiun dan pengemudi bus akan terus mengingatkan pengguna jaringan transportasi London bahwa masker wajah adalah persyaratan pasca-19 Juli. Petugas penegak hukum dapat menolak masuk orang-orang yang tidak mengenakannya dan yang tidak memiliki pengecualian yang sah. Mereka juga bakal meminta orang untuk meninggalkan layanan transportasi karena gagal mematuhi.

Khan juga telah meminta TfL untuk memastikan pemakaian masker terus berlanjut di taksi dan kendaraan sewaan pribadi, baik dari pengemudi maupun penumpang kecuali mereka dikecualikan. Menurut TfL, hampir 212 ribu orang selama setahun terakhir telah dihentikan oleh petugas penegak hukum dan diharuskan memakai masker sebelum mendapatkan layanan. Hampir 14 ribu orang telah dicegah naik pesawat sementara 3.200 orang telah diusir.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA