Sunday, 23 Rabiul Akhir 1443 / 28 November 2021

Sunday, 23 Rabiul Akhir 1443 / 28 November 2021

Industri Tekstil Donasikan 600 Unit Oxygen Concentrator

Sabtu 10 Jul 2021 20:42 WIB

Rep: iit septyaningsih/ Red: Hiru Muhammad

Pekerja membersihkan tabung gas oksigen sebelum didistribusikan ke sejumlah Rumah Sakit di  Lhokseumawe Aceh, Jumat (2/7/2021). Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memprioritaskan produksi dan distribusi gas oksigen untuk kebutuhan rumah sakit dan fasilitas kesehatan sekitar 800 ton per hari untuk penanganan COVID-19 dengan persediaan sekitar 1,5-1,8 juta tabung.

Pekerja membersihkan tabung gas oksigen sebelum didistribusikan ke sejumlah Rumah Sakit di Lhokseumawe Aceh, Jumat (2/7/2021). Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memprioritaskan produksi dan distribusi gas oksigen untuk kebutuhan rumah sakit dan fasilitas kesehatan sekitar 800 ton per hari untuk penanganan COVID-19 dengan persediaan sekitar 1,5-1,8 juta tabung.

Foto: ANTARA/Rahmad
Per 6 Juli 2021, kebutuhan oksigen medis meningkat hingga 2.333 ton per hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait termasuk sektor industri, guna memberikan dukungan dalam pemenuhan memenuhi kebutuhan gas oksigen medis bagi penanganan pasien Covid-19. Hal ini sesuai tekad mengerahkan semua kemampuan industri dalam negeri memenuhi lonjakan kebutuhan gas oksigen nasional.

“Sektor industri dapat memberikan kontribusi yang besar dalam penanggulangan Covid-19 pada situasi sekarang ini. Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada perusahaan industri PT Indo-Rama Synthetics Tbk serta PT Indorama Ventures Indonesia yang telah bersedia mendonasikan peralatan oxygen concentrator,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara penerimaan bantuan 600 oxygen concentrator dari kedua perusahaan tersebut, Sabtu (10/7).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, per 6 Juli 2021, kebutuhan oksigen medis meningkat hingga 2.333 ton per hari. Sementara kapasitas nasional di angka 1.578 ton hari. Ini berarti, terdapat defisit sekitar 575 ton per hari. 

“Kami mendapatkan tugas mencari sumber-sumber oksigen tambahan, baik dari peningkatan kapasitas produksi maupun impor. Saat ini kami sudah mengamankan suplai sekitar 922 ton oksigen per hari, baik yang didapat dari impor maupun lokal,” kata Menperin.

Ia menjelaskan, Kemenperin terus melakukan berbagai upaya proaktif dengan melakukan kerja sama dan koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, asosiasi industri maupun perusahaan industri. Tujuannya membantu memenuhi kebutuhan gas oksigen demi penanganan pasien Covid-19 di sejumlah daerah.

Bantuan yang diberikan hari ini berupa 400 unit oxygen concentrator dari PT Indo-Rama Synthetics Tbk serta 200 unit dari PT Indorama Ventures Indonesia. Bantuan tersebut diserahkan oleh Presiden Direktur PT Indorama Ventures Indonesia, Saurabh Mishra secara simbolis dan virtual kepada Pemerintah RI.

Oxygen concentrator merupakan alat yang bisa membantu pasien Covid-19 non-ICU. Alat tersebut dinilai efisien dalam penanganan pasien karena dapat memproduksi oksigen serta mendistribusikan langsung pada pasien Covid-19 di lokasi perawatan. “Kami berterima kasih banyak untuk bantuan ini, khususnya kepada bapak Sri Prakash Lohia, Chairman Group Indorama. Bantuan oxygen concentrator ini sangat berarti karena dapat mengurangi kebutuhan akan tabung oksigen,” tutur dia.

Bantuan penyediaan dan distribusi oksigen untuk keperluan medis merupakan respons sektor industri terhadap Instruksi Menteri Perindustrian Nomor 1 Tahun 2021 tentang Produk Oksigen sebagai Komoditas Strategis Industri dalam Masa Covid-19. Melalui instruksi tersebut, industri di dalam negeri diharapkan dapat memenuhi kebutuhan oksigen di masyarakat, terutama di fasilitas kesehatan.

Hingga hari ini, Kemenperin telah menginventarisasi 8.600 unit oxygen concentrator yang di antaranya berasal dari kontribusi perusahaan industri. Selain itu, Kemenperin juga melakukan pengadaan oxygen concentrator melalui realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kemenperin. Dukungan dari sektor industri juga diberikan dalam bentuk penyediaan tabung oksigen, juga isotank untuk kebutuhan mobilisasi dan distribusi oksigen dari pabrik ke rumah sakit maupun filling station.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan apresiasi kepada Kemenperin atas dukungannya dalam menyediakan oksigen untuk rumah sakit di Indonesia. Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 74 ribu pasien yang membutuhkan akses oksigen dalam berbagai format.

Sekitar 5 sampai 10 persen pasien membutuhkan oksigen dengan tekanan tinggi dalam bentuk ventilator maupun High Flow Nasal Cannula (HFNC). “Sedangkan, sebagian besar butuh pasokan oksigen sekitar 3-5 liter per jam yang bisa dipenuhi dengan alat seperti oxygen concentrator,” jelas Menkes.

Maka menurut Menkes, bantuan ini akan sangat membantu kebutuhan pasien. Selain itu, akses oksigen tekanan tinggi bisa dikonsentrasikan untuk pasien dalam kategori berat dan akan mengurangi beban produksi dan distribusi oksigen.

Direktur PT Indorama Ventures Indonesia, Saurabh Mishra menjelaskan, Indorama memberikan bantuan berupa 300 unit oxygen concentrator berkapasitas 10 liter dan 300 unit kapasitas 5 liter. “Sejak awal pandemi, Indorama selalu bersama pemerintah dalam memberikan perhatian dalam bentuk berbagai kegiatan. Saat ini kami kembali merasa terpanggil untuk berpartisipasi dengan memberikan donasi 600 peralatan oxygen concentrator,” ujarnya.

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA