Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

31 Juta Warga AS di Bagian Barat Terancam Gelombang Panas

Sabtu 10 Jul 2021 15:53 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Sejumlah pengunjung mengantre untuk memasuki taman bermain air saat terjadi gelombang panas di Calgary, Alberta, Kanada.. (Jeff McIntosh/The Canadian Press via AP)

Sejumlah pengunjung mengantre untuk memasuki taman bermain air saat terjadi gelombang panas di Calgary, Alberta, Kanada.. (Jeff McIntosh/The Canadian Press via AP)

Foto: The Canadian Press
Risiko gelombang panas diklasifikasikan sangat tinggi dan mengancam.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Lebih dari 31 juta orang di seluruh Amerika Serikat (AS) bagian barat dan barat daya bersiap menghadapi gelombang panas yang diprediksi akhir pekan ini. Hal ini diperingatkan oleh pihak berwenang kepada wilayah California dan Nevada.

Pada pejabat mengatakan, bahwa Las Vegas bahkan bisa melampaui rekor suhu tertinggi sebesar 117 Farenheit. "Risiko panas diklasifikasikan sebagai sangat tinggi di sebagian besar wilayah ini, yang berarti semua penduduk di sana menghadapi risiko yang sangat tinggi terhadap penyakit terkait panas karena durasi panas yang lama, dan kurangnya bantuan dalam semalam," bunyi pengumuman dari National Layanan Cuaca (NWS) dikutip laman The Guardian, Sabtu (10/7).

Menurut NWS, sebagian besar penduduk tetap berisiko terkena penyakit terkait panas, terutama orang-orang yang sensitif terhadap panas dan/atau mereka yang tidak memiliki cukup pendinginan atau hidrasi. Hal itu berisiko meski risiko panas sedikit lebih rendah di tempat-tempat dengan ketinggian yang lebih tinggi, yang diklasifikasikan "tinggi" maupun "sedang".

Di California, daerah pedalaman diperkirakan akan mengalami gelombang panas. Pusat kota terbesar di negara bagian itu, termasuk Los Angeles dan San Francisco, berada di sepanjang pantai sehingga wilayah itu akan melihat manfaat dari pendinginan laut, dan tidak bertahan dari ketinggian yang ekstrem.

"Suhu akan menjadi sekitar 10 derajat di atas normal untuk sepanjang tahun ini," kata  Juru Bicara Kantor Layanan Darurat California Diana Crofts-Pelayo awal pekan ini. "Ini akan menjadi gelombang panas yang memecahkan rekor," ujarnya menambahkan.

Gelombang panas ini terjadi setelah rekor tertinggi panas di negara bagian barat laut Pasifik dan Kanada barat pekan lalu. Korban tewas terkait panas di Oregon dan Washington telah meningkat menjadi total hampir 200 orang; sebanyak 500 orang diyakini telah meninggal di British Columbia, Kanada.

Pada Jumat, para pejabat di negara bagian Washington mengumumkan aturan darurat yang memberi pekerja pertanian dan orang lain yang bekerja di luar ruangan lebih banyak perlindungan dari cuaca panas. Di bawah aturan baru, ketika suhu berada pada atau di atas 100F (38C), pengusaha harus memberikan naungan atau cara lain bagi karyawan untuk mendinginkan diri dan memastikan periode istirahat pendinginan berbayar minimal 10 menit setiap dua jam.

"Panas yang dialami di negara bagian kami tahun ini telah mencapai tingkat bencana," kata Gubernur Washington, Jay Inslee. "Risiko fisik pada individu sangat signifikan, khususnya mereka yang pekerjaannya berada di luar ruangan sepanjang hari," ujarnya melanutkan.

Pejabat juga mendesak warga untuk tinggal di dalam rumah, mencari AC, dan minum air. Beberapa kabupaten di daerah Oregon, dan Washington pun membuka pusat pendingin.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA