Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

PMI Tingkatkan Bantuan Atasi Lonjakan Covid-19

Kamis 08 Jul 2021 07:24 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Qommarria Rostanti

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla.

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla.

Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Lonjakan kasus dan varian baru Covid-19 dinilai merupakan alarm kesiapsiagaan.

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Palang Merah Indonesia (PMI) meningkatkan bantuan dan layanan operasi penanggulangan Covid-19. PMI juga menggecarkan edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla (JK), saat rapat koordinasi virtual PMI se-Jawa dan Bali mengatakan, sejumlah pelayanan PMI mulai kembali ditingkatkan untuk merespons lonjakan kasus covid-19. Sebelumnya, kata JK, sejumlah layanan sempat mengalami penurunan menyusul angka kasus yang melandai.

JK meminta layanan disinfeksi di lingkungan, fasilitas umum, serta zona merah digalakkan kembali di seluruh wilayah layanan PMI, khususnya Jawa dan Bali. "PMI akan bergerak di langka-langkah itu karena hanya cara itu yang dapat melawan virus itu. Khususnya di pemukiman," kata JK melalui siaran persnya, Rabu (7/7).

JK menambahkan, lonjakan kasus disertai temuan varian baru Covid-19 di Indonesia merupakan alarm kesiapsiagaan bagi seluruh masyarakat, khususnya bagi relawan PMI. Itu artinya, seluruh sumber daya operasi penanggulangan pandemi perlu dimaksimalkan kembali.

Sarana untuk layanan disinfeksi, edukasi dan promosi kesehatan, serta layanan ambulans, juga diminta untuk ditingkatkan di tiap wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, JK juga meminta Unit Donor Darah (UDD) berupaya menjaring donor plasma konvalesen. Plasma darah penyintas covid-19 tersebut, menurutnya, sangat berarti untuk menolong pasien Covid-19. Apalagi saat ini, terdapat 42 UDD PMI bersertifikat CPOB () yang dapat melayani donor tersebut.

"Kapasitas PMI bisa 1.000 perhari, tapi karena kekurangan donor penyintas jadi belum optimal. Ini kami imbau teman-teman, sahabat-sahabat yang sudah kena agar membantu sesama dengan cara mendonorkan plasma. PMI siap di 40 tempat lebih," kata dia.

Sekretaris Jenderal PMI, Sudirman Said, mengatakan, PMI akan selalu membantu upaya-upaya pemerintah dalam memitigasi pandemi. Seperti dalam program vaksinasi, PMI di sejumlah wilayah membantu tenaga kesehatan dalam vaksinasi massal.

Bahkan dalam waktu dekat, Gudang Darurat PMI akan difungsikan sebagai lokasi vaksinasi massa demi percepatan penanggulangan pandemi.

Sudirman melanjutkan, tak kalah penting dari layanan lain, adalah edukasi dan promosi protokol kesehatan. Karenanya, relawan penyuluh PMI telah memanfaatkan berbagai media untuk memasyarakatkan kebiasaan baru.

Dia berharap, layanan ini terus digalakkan untuk memutus rantai penyebaran virus SARS-CoV-2 tersebut. Para tenaga kesehatan bersama lebih dari 7.000 relawan PMI di seluruh penjuru negeri telah mendedikasikan dirinya untuk memberikan bantuan kepada mereka yang terpapar serta mencegah meluasnya penyebaran Covid-19, memastikan semua terlindungi dari pandemi ini adalah hal yang sangat penting. 

"Inilah saat yang kritis bagi seluruh warga Indonesia untuk dapat menjaga kesehatan serta melaksanakan protokol kesehatan. Bersama kita dapat hadapi pandemi covid-19," ujar Sudirman.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA