Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Unggahan Anti-Muslim Sama Bahaya dengan Serangan Publik

Rabu 07 Jul 2021 06:45 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

Unggahan Anti-Muslim Sama Bahaya dengan Serangan Publik

Unggahan Anti-Muslim Sama Bahaya dengan Serangan Publik

Foto: Republika/ Yasin Habibi
Bentuk diskriminasi seharusnya dilarang dilakukan secara daring.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Menurut studi yang dilakukan Dewan Eropa pada Selasa (6/7) lalu, Muslim di Eropa percaya unggahan kebencian daring yang menargetkan Muslim sama bahayanya dengan serangan publik. Perwakilan Khusus anti-Semit, anti-Muslim, dan bentuk intoleransi agama Daniel Holtgen mengatakan, kondisi ini merupakan perkembangan yang berbahaya.

Holtgen menyampaikan, hasil studi tersebut dilakukan dengan asosiasi Muslim di delapan negara Eropa pada konferensi pers. Di antara delapan negara itu ada Prancis, Inggris, dan Jerman.

Baca Juga

Studi menyebut ancaman pembunuhan, seruan untuk kekerasan terhadap Muslim, dan bahasa kasar tidak termasuk dalam kategori kebebasan berbicara. Sikap tersebut seharusnya juga dilarang dilakukan secara daring.

“Segala sesuatu yang dilarang dalam kehidupan publik juga harus dilarang di internet. Ini berlaku untuk bentuk diskriminasi dan rasialisme lain terhadap Muslim,” kata Holtgen, dilansir Anadolu Agency, Rabu (7/7).

Dia menambahkan, sebagian besar unggahan dibagikan secara anonim. Namun, jumlah pengguna yang berbagi baru-baru ini meningkat. Korban pelecehan daring tidak melaporkannya ke pihak berwenang karena mereka yakin para pelaku tidak akan mendapat ganjaran.

Sementara itu, asosiasi Muslim mengeluh tentang kurangnya perlindungan dari lembaga-lembaga negara. Mereka berpikir hal ini terjadi karena pencatatan peristiwa yang tidak memadai.

Holtgen mengatakan, semua pihak berwenang dan masyarakat harus lebih peka tentang kebencian anti-Muslim. Pada wal 2022, Komisi Eropa Menentang Rasialisme dan Intoleransi (ECRI) akan menyiapkan laporan tentang masalah ini.

https://www.aa.com.tr/en/europe/european-muslims-believe-hateful-posts-are-as-dangerous-as-public-attacks-study/2296262

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA