Saturday, 26 Jumadil Akhir 1443 / 29 January 2022

Saturday, 26 Jumadil Akhir 1443 / 29 January 2022

Baitul Hikmah dan Lahirnya Matematikawan Muslim

Selasa 06 Jul 2021 02:39 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Agung Sasongko

Ilustrasi ilmuwan Muslim saat mengembangkan sains dan teknologi pada era Dinasti Abbasiyah di Baghdad.

Ilustrasi ilmuwan Muslim saat mengembangkan sains dan teknologi pada era Dinasti Abbasiyah di Baghdad.

Foto: Wordpress.com
Kekhalifahan Abbasiyah mendirikan Baitul Hikmah (House of Wisdom).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--  Ekspansi Islam yang cepat terjadi di antara kembalinya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam dari Madinah ke Makkah dan penaklukan Islam dari Spanyol hingga perbatasan China.

Sepanjang rentang tersebut, Kekhalifahan Abbasiyah di Baghad mulai menerjemahkan pemikiran astronom India dan Persia ke dalam bahasa Arab. Karya-karya Brahma-Sphuta-Shiddhanta diterjemahkan. Begitu juga degan table Shah warisan peradaban Persia diterjemahkan dalam bahasa Arab.

Baca Juga

 

Penerjemahaan karya Yunani pun masif dilakukan saat Khalifah al-Ma'mun mendirikan Baitul Hikmah di Baghdad (813-833). Pada saat itu, prosesi penerjemahaan melibatkan lintas agama tak hanya dari kalangan muslim saja. 

Dilansir dari laman Kashmirreader pada Senin (5/7), pada fase penerjemahan ini akan dibahas kontribusi beberapa matematikawan Muslim yang lahir antara abad ke-8 dan ke-15 : 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA