Friday, 25 Jumadil Akhir 1443 / 28 January 2022

Thailand Longgarkan Pembatasan Covid untuk Proyek Konstruksi

Senin 05 Jul 2021 14:12 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Seorang pria mengendarai sepeda melewati pejabat militer yang berjaga setelah menutup dan memberlakukan karantina di sebuah kamp pekerja sebagai langkah untuk menahan penyebaran COVID-19 di Bangkok, Thailand, Senin (28/6). Thailand telah mencatat jumlah infeksi COVID-19 baru tertinggi ketiga dan kasus pertama varian Beta telah terdeteksi di Bangkok. Pemerintah Thailand memberlakukan kembali pembatasan COVID-19, termasuk larangan layanan makan di restoran, penutupan semua lokasi konstruksi, karantina asrama pekerja konstruksi dan larangan pekerja meninggalkan ibu kota Bangkok dan beberapa provinsi selama 30 hari sebagai langkah antisipasi untuk menahan gelombang baru pandemi Covid-19.  EPA-EFE/NARONG SANGNAKPutra M. Akbar

Seorang pria mengendarai sepeda melewati pejabat militer yang berjaga setelah menutup dan memberlakukan karantina di sebuah kamp pekerja sebagai langkah untuk menahan penyebaran COVID-19 di Bangkok, Thailand, Senin (28/6). Thailand telah mencatat jumlah infeksi COVID-19 baru tertinggi ketiga dan kasus pertama varian Beta telah terdeteksi di Bangkok. Pemerintah Thailand memberlakukan kembali pembatasan COVID-19, termasuk larangan layanan makan di restoran, penutupan semua lokasi konstruksi, karantina asrama pekerja konstruksi dan larangan pekerja meninggalkan ibu kota Bangkok dan beberapa provinsi selama 30 hari sebagai langkah antisipasi untuk menahan gelombang baru pandemi Covid-19. EPA-EFE/NARONG SANGNAKPutra M. Akbar

Foto: EPA
Proyek yang dilanjutkan terkait dengan keselamatan lalu lintas dan rumah sakit

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Thailand berencana untuk mengizinkan beberapa proyek konstruksi dilanjutkan di Bangkok dan provinsi lainnya. Gugus tugas Covid-19 Thailand telah setuju untuk melonggarkan pembatasan pada proyek konstruksi.

Pemerintah Thailand mengatakan, proyek konstruksi yang terhenti dapat menyebabkan kerusakan atau bahaya. Hal itu mengacu pada proyek bawah tanah, dan proyek yang terkait dengan keselamatan lalu lintas.

Baca Juga

Proyek konstruksi terkait pengendalian Covid-19, seperti rumah sakit lapangan, juga akan diizinkan untuk dilanjutkan. Pergerakan pekerja konstruksi akan diizinkan dengan protokol kesehatan ketat seperti pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi.

Namun, lokasi konstruksi dan kamp pekerja di Bangkok, daerah zona merah wabah, dan lima provinsi sekitarnya, sebagian besar akan ditutup hingga akhir bulan ini untuk menahan infeksi Covid-19. Pemerintah mengatakan, informasi lebih lanjut akan disampaikan dalam beberapa waktu mendatang.

Thailand telah menghadapi wabah virus corona paling mematikan sejak April. Thailand melaporkan 5.916 kasus batu virus corona dan 44 kematian pada Ahad (4/7). Dengan demikian total kasus menjadi 283.067, dengan 2.132 kematian. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA