Wednesday, 16 Jumadil Akhir 1443 / 19 January 2022

Wednesday, 16 Jumadil Akhir 1443 / 19 January 2022

Benarkah Bangsa Arab Berasal dari Keturunan Nabi Nuh?

Rabu 30 Jun 2021 18:59 WIB

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Nashih Nashrullah

Terdapat sejumlah riwayat tentang asal usul bangsa Arab. Ilustrasi Padang Pasir

Terdapat sejumlah riwayat tentang asal usul bangsa Arab. Ilustrasi Padang Pasir

Foto: Pixabay
Terdapat sejumlah riwayat tentang asal usul bangsa Arab

REPUBLIKA.CO.ID, Jazirah Arab memiliki luas sekira 3,1 juta km persegi. Semenanjung terluas di dunia ini berada di Asia bagian barat daya, yakni antara Afrika Timur Laut dan Anak Benua India. 

Nyaris seluruhnya tertutupi padang pasir dan bukit-bukit batu. Gurun terluasnya adalah Rub' al- Khali, sedangkan puncak tertingginya berada di Jabal as-Sarat. Tidak ada satu pun sungai mengaliri lembah-lembah di jazirah ini. Sebagai sumber air, pen duduk lokal mengandalkan oasis atau turunnya hujan. 

Baca Juga

Jan Resto dalam The Arabs in Antiquity (2002) menjelaskan, berdasarkan kajian arkeologis, penggunaan kata Arab yang paling awal terdokumentasi ialah pada artefak tablet tanah liat (cuneiform) dari abad kesembilan sebelum Masehi (SM). Cuneiform yang ditulis dalam bahasa Akkadia tersebut menceritakan penaklukan Asiria atas Aram, sebuah suku bangsa berbahasa Semit Kuno di Suriah. 

Dalam artefak yang sama, disebutkan bahwa salah satu sekutu Aram ialah Suku Badui yang menghuni Jazirah Arabia di bawah pemerintahan Raja Gindibu. Merekalah yang disebut sebagai orangorang ar-ba-a-a dalam dokumentasi ini. Raja Asiria, Shalmaneser III, diketahui mengambil seribu ekor unta dari masyarakat tersebut sebagai rampasan perang. 

KH Moenawar Chalil dalam Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW (2001) mengatakan, sejarah orang-orang Arab dapat ditelusuri hingga zaman Nabi Nuh AS. Salah seorang rasul Ulul Azmi itu memiliki tiga putra, yaitu Sam, Yafits, dan Ham.

Masing-masing menurunkan bangsa-bangsa dengan warna kulit tersendiri. Bangsa Arab, lanjut Chalil, termasuk golongan bangsa Semit, yakni berasal dari keturunan Sam yang darinya diambil nama Semit. Kebanyakan ahli riwayat meyakini, tempat lahirnya keturunan Sam bin Nuh yang pertama kali ialah lembah Sungai Eufrat dan Tigris, Irak.

Dari sana, di antara mereka ada yang bermigrasi ke banyak daerah sekitar. Sebab, kawasan Irak tak lagi bisa menampung seluruhnya. Akhirnya, terlahirlah bangsa Asiria dan Babilon di Irak, Fenisia, dan Aram di Suriah, 'Ibri di Palestina, Habsyi di Etiopia, serta Arab di Jazirah Arab.

Orang-orang Arab mendapatkan tempat di daerah luas dengan kondisi tanah yang berbukit-bukit, beriklim gurun, serta jarang dialiri sumber air yang melimpah. Karena itu, karakteristiknya menjadi nomaden. Mereka suka berpindah-pindah tempat tinggal ke lokasi mana saja yang sesuai untuk keperluan hidup sehari-hari dan hewan ternaknya.

Menurut Chalil, itulah sebabnya orang-orang tersebut dinamakan Arab. Perkataan arab sama artinya dengan rahlah, yakni 'mengembara'. Bangsa Arab dinamakan demikian karena mereka termasuk bangsa pengembara.

Sam bin Nuh mempunyai putra bernama Iram. Darinya, lahirlah banyak keturunan yang bermuara pada sembilan bangsa. Mereka adalah Ad, Tsamud, Amim, Amil, Thasam, Jadis, Imliq, Jurhum Ula, dan Wabaar.

Dari semua itu, beberapa menjadi masyhur. Misalnya, kaum Ad dan Tsamud. Untuk yang pertama, Allah SWT mengutus Nabi Hud, sedangkan Nabi Shalih diutus kepada kaum Tsamud. Alquran surat Al Haqqah ayat 4-6 menuturkan nasib keduanya yang sama-sama dimusnahkan oleh Allah karena mereka mendustakan rasul-rasul yang sampai kepadanya. 

Chalil menerangkan, generasi Arab yang muncul...

sumber : Harian Republika
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA