Friday, 19 Syawwal 1443 / 20 May 2022

Pria Hindu Ini Tulis Kaligrafi Alquran di 200 Masjid India

Rabu 30 Jun 2021 11:26 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Nashih Nashrullah

Pria Hindu Anil Kumar Chowhan belajar kaligrafi Alquran secara autodidak.

Pria Hindu Anil Kumar Chowhan belajar kaligrafi Alquran secara autodidak.

Foto: Aljazeera/ Abna24
Pria Hindu Anil Kumar Chowhan belajar kaligrafi Alquran secara autodidak.

REPUBLIKA.CO.ID, HYDERABAD -- Seniman kaligrafi autodidak asal India, Anil Kumar Chowhan, telah menulis kaligrafi ayat-ayat Alquran dalam bahasa Arab selama 30 tahun terakhir. Karya-karyanya dibuat pada lebih dari 200 dinding masjid seluruh India.

Berbasis di Hyderabad, gairah pria berusia 50 tahun atas kaligrafi ini tersulut saat melukis papan nama toko-toko di sekitar kota India selatan, Urdu, untuk mencari nafkah ala kadarnya.

Baca Juga

Chowhan merupakan pria yang berasal dari keluarga Hindu yang sangat miskin. Dia harus berhenti belajar setelah kelas 10 untuk menghidupi keluarga.

"Saya pandai menggambar, jadi saya pikir mengapa tidak memanfaatkan keterampilan ini untuk melukis papan nama sebagai karier saya,” katanya dikutip di AhlulBayt News Agency, Rabu (30/6).

Chowhan mengatakan, dia juga telah melukis di 30 kuil, dengan gambar dewa dan dewi Hindu. Tak hanya itu, ia juga pernah melukis di dargah (makam) dan biara yang tak terhitung jumlahnya.

Saat dia bekerja untuk 100 masjid dan diberi upah, 100 pekerjaan lainnya akan ia lakukan secara gratis. Dia menyebut merasakan hubungan spiritual dengan tempat-tempat itu dan mencegahnya meminta bayaran.

Chowhan sendiri kini berpenghasilan sekitar 350 dolar AS atau Rp 5 juta per bulan, berdasarkan tugas lepasnya di seluruh negeri.

Pria ini mengaku tidak menghadiri sekolah formal atau Islam untuk mempelajari aksara Arab atau bahasa Urdu. Dia belajar membaca dan menulis secara autodidak saat diberi pekerjaan.

"Orang-orang mulai mengakui bakat saya dan memberi kesempatan untuk mempercantik arsitektur di sekitar kota dengan ayat-ayat Alquran," kata dia. 

Selama 30 tahun lalu di Hyderabad, menjadi hal yang penting menulis papan nama dalam bahasa Urdu karena mayoritas penduduk kota dan pemilik toko adalah Muslim. Dengan kondisi tersebut, ia tidak punya pilihan selain mempelajari bahasa itu. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA