Thursday, 5 Jumadil Awwal 1443 / 09 December 2021

Thursday, 5 Jumadil Awwal 1443 / 09 December 2021

Keutamaan Hari Arafah

Senin 28 Jun 2021 22:44 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

Jamaah haji melakukan wukuf di Arafah.

Jamaah haji melakukan wukuf di Arafah.

Foto: Arabnews.com
Hari Arafah punya empat keutamaan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH--Wukuf di padang Arafah merupakan puncak ibadah haji. KH Ahmad Chodri Romli mengatakan setidak ada empat keutamaan hari Arafah yang mesti diperhatikan jamaah haji agar dapat meraih keutamaan hari Arafah.

"Di antara keutamaan hari Arafah adalah pertama setan terhina," kata KH Ahmad dalam bukunya Ensiklopedi Haji dan Umrah.

Nabi Muhammad SAW bersabda: Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Malik. "Tiada terlihat setan pada hari yang dia merasa lebih kecil lebih, terusir, lebih terhina, dan lebih marah ketimbang hari Arafah. Hal itu itu tak lain dikarenakan pada hari itu ia melihat turunnya rahmat Allah dan terhapusnya dosa-dosa besar Manusia. "HR. Malik dan Baihaqi).

Kedua diturunkannya ayat terakhir Alquran.

Di Arafah itulah, diturunkannya ayat Alquran yang terakhir saat Rasulullah SAW wukuf di lereng Jabal Rahmah, yaitu termaktub dalam surat al-Maidah ayat 3. "Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah kucukupkan kepadamu nikmatku dan telah ku Ridhoi Islam itu juga agama bagimu."

Ketiga pembebasan dari api neraka.

Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tiada hari di mana Allah banyak membebaskan hambanya dari api neraka lebih banyak dari hari Arafah. Sesungguhnya Allah mendekati hamba- Nya lalu memamerkan dan membangga-banggakan mereka di hadapan malaikat seraya berfirman apa yang mereka inginkan?" (HR. Muslim).

Keempat sebaik-baik doa adalah doa Arafah.

Dari Amru bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda.

 "Sebaik-baiknya doa ialah doa yang dipanjatkan pada hari Arafah dan sebagus-bagusnya apa yang saya ucapkan dan diucapkan juga oleh nabi-nabi sebelum aku ialah La Ilaha Illallah wahdahula syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli syai-in Qadir." (Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah yang Maha Esa tiada sekutu baginya milik-Nya lah kerajaan dan hanya bagi Allah segala puji pujian dan Allah berkuasa atas setiap sesuatu. (HR Tirmidzi).
 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA