Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Stok Hendak Kedaluwarsa, Warga Israel Didesak Ikut Vaksinasi

Senin 28 Jun 2021 16:46 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Seorang warga Israel menerima vaksin virus corona dari staf medis di pusat vaksinasi COVID-19 di Tel Aviv, Israel, Rabu, 6 Januari 2021.

Seorang warga Israel menerima vaksin virus corona dari staf medis di pusat vaksinasi COVID-19 di Tel Aviv, Israel, Rabu, 6 Januari 2021.

Foto: AP/Sebastian Scheiner
Stok vaksin Pfizer-BioNTech yang dimiliki Israel akan segera kedaluwarsa

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mendesak kalangan remaja di negaranya untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Selain karena adanya varian baru Covid-19, stok vaksin Pfizer-BioNTech yang dimiliki negara tersebut akan segera kedaluwarsa.

“Ada cukup (vaksin) untuk semua orang, tetapi ada masalah; tanggal kedaluwarsa mereka akan segera datang, dan setelah itu, tidak akan ada cukup vaksin yang tersedia untuk semua orang,” kata Bennett dalam pesan video di Twitter dikutip laman Bloomberg, Senin (28/6).

Dia mengungkapkan tanggal terakhir untuk mendapatkan dosis pertama vaksin adalah 9 Juli. Sementara dosis kedua bakal diberikan tiga pekan kemudian. Israel merupakan salah satu negara yang paling maju dalam hal vaksinasi Covid-19. Sejauh ini 64 persen warga layak vaksinasi di sana telah menerima dosis pertama vaksin.

Sementara jumlah yang telah menerima dua dosis vaksin sudah mencapai 60 persen. Hal itu menjadikan Israel salah satu populasi dengan tingkat vaksinasi tertinggi di dunia per kapita. Total penduduk Israel berjumlah sekitar 9,3 juta. Sejauh ini Israel sudah mencatatkan 841 ribu kasus Covid-19 dengan korban meninggal mencapai 6.429 jiwa.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA