Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Malaysia Perpanjang Lockdown

Ahad 27 Jun 2021 17:09 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nora Azizah

Lockdown Malaysia terus berlaku hingga kasus Covid-19 berada di bawah 4.000.

Lockdown Malaysia terus berlaku hingga kasus Covid-19 berada di bawah 4.000.

Foto: AP/Vincent Thian
Lockdown Malaysia terus berlaku hingga kasus Covid-19 berada di bawah 4.000.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan, pemerintahannya akan memperpanjang masa karantina wilayah (lockdown) yang seharusnya berakhir pada Senin (28/6). Hal itu karena masih tingginya kasus baru Covid-19 di sana.

Dilaporkan Bloomberg, saat mengunjungi pusat vaksinasi di Selangor pada Ahad (27/6), Muhyiddin mengungkapkan, peraturan lockdown bakal tetap berlaku hingga infeksi harian Covid-19 di sana turun di bawah angka 4.000. Pada Sabtu (26/6) lalu, Malaysia melaporkan 5.803 kasus baru Covid-19.

Pemerintah Malaysia akan mengumumkan bantuan yang lebih komprehensif kepada semua kelompok masyarakat pada Senin atau Selasa. Perpanjangan lockdown akan menjadi pukulan baru bagi perekonomian Malaysia yang tengah berupaya bangkit kembali.

Pada Rabu (23/6) lalu, Bank Dunia memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi Malaysia tahun ini, yakni dari 6 persen menjadi 4,5 persen. Pekan lalu Muhyiddin mengatakan penutupan semua lini ekonomi, kecuali sektor-sektor penting, telah membuat negaranya mengalami kerugian 1 miliar ringgit per hari.

Pada Mei lalu, pemerintahan Muhyiddin meluncurkan paket bantuan senilai 40 miliar ringgit. Itu merupakan paket bantuan ketiga tahun ini. Tingkat infeksi Malaysia telah turun sejak lockdown diterapkan pada 1 Juni. Namun kasus baru masih tetap meningkat.

Sejauh ini Malaysia telah melaporkan 728 ribu kasus Covid-19 dengan korban meninggal mencapai 4.884 jiwa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA