Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Ukraina Mundur dari Kesepakatan Pelanggaran HAM di Xinjiang

Ahad 27 Jun 2021 12:31 WIB

Red: Didi Purwadi

Seorang penjaga berdiri di menara pengawas penjara Kashgar di Kashgar, Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang, Cina, Senin (3/5). REUTERS/Thomas Peter   SEARCH

Seorang penjaga berdiri di menara pengawas penjara Kashgar di Kashgar, Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang, Cina, Senin (3/5). REUTERS/Thomas Peter SEARCH

Foto: REUTERS/Thomas Peter
China mendapatkan dukungan dari 90 negara dalam sidang UNHRC.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Utusan tetap Ukraina pada Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHRC) mengundurkan diri dari kesepakatan bersama tentang pelanggaran HAM di Xinjiang, China. Beijing pada Sabtu (26/6) menyambut positif sikap Ukraina dalam sidang ke-47 UNHRC tersebut.

Kementerian Luar Negeri China (MFA) di Beijing menyatakan pihaknya mendapatkan dukungan dari 90 negara dalam sidang tersebut. "Upaya sebagian negara Barat yang menuduh China terkait isu-isu di Xinjiang, Hong Kong, dan Tibet kembali berakhir dengan kegagalan," demikian dinyatakan juru bicara MFA.

Menurut pernyataan tertulis jubir MFA tersebut, dukungan 90 negara dalam sidang itu sepenuhnya menunjukkan bahwa keadilan akan selalu menang. Sikap beberapa negara Barat mencampuri urusan internal China, menekan, dan menghambat pembangunan China dengan dalih hak asasi manusia tidak ada gunanya.

MFA menganggap bahwa Kementerian Luar Negeri Ukraina telah membuat pernyataan yang jelas-jelas tidak akan mencampuri urusan dalam negeri China. China menyambut baik keputusan pihak Ukraina yang merefleksikan semangat independensi, menghormati fakta-fakta, menyelaraskan cita-cita Piagam PBB, dan prinsip dasar tata laksana hubungan antarnegara.

Serangkaian kebijakan Beijing terhadap etnis minoritas Muslim Uighur di Daerah Otonomi Xinjiang dituduh melanggar HAM. Namun, Beijing menampik semua tuduhan itu dengan dalih untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat di yang mendiami wilayah setingkat provinsi terbesar di China itu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA