Jumat 25 Jun 2021 19:34 WIB

Gibran Targetkan Vaksinasi Selesai Sebelum 17 Agustus

Gibran ingin vaksinasi bisa membantu menekan penyebaran Covid di Solo.

Rep: Binti Sholikah/ Red: Indira Rezkisari
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Foto: Republika/Prayogi
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menargetkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk membentuk kekebalan komunitas (herd immunity) sebesar 70 persen dari populasi bisa selesai sebelum 17 Agustus mendatang. Gibran mengklaim stok vaksin yang dimiliki Pemkot berlimpah.

Gibran menyatakan tidak ingin status penyebaran Covid-19 di Solo masuk zona merah seperti daerah-daerah lain di Jawa Tengah. Salah satu antisipasinya melalui percepatan vaksinasi Covid-19.

Baca Juga

Upaya percepatan dengan memperluas pelayanan vaksinasi melalui puskesmas, puskesmas pembantu, rumah sakit, mobil keliling, mobil klinik kerja sama dengan Indosat, serta vaksinasi massal. "Besok (26/6) ada lagi vaksinasi massal di gedung PMS, Balai Kota dan GOR Manahan, pokoknya banyak. Vaksinasinya kami percepat terus. Ya antisipasinya cuma itu," kata Gibran kepada wartawan, Jumat (25/6).

Dia menyebut, momen pertemuan kepala daerah se-Solo Raya pada Kamis (24/6) membahas masalah hulu sama hilir pengendalian Covid-19. Gibran mengakui dari sisi hulu memang belum ketat sekali, terutama di kabupaten-kabupaten sekitar.

Namun, dalam pertemuan kemarin para kepala daerah sudah komitmen untuk pengetatan kegiatan masyarakat, seperti menutup tempat wisata, melarang hajatan dan hanya boleh ijab untuk wilayah zona merah. Meski Solo tidak zona merah, tetapi harus diantisipasi agar jangan sampai menjadi zona merah. Sebab, warga dari kabupaten sekitar melakukan aktivitas di Solo.

"Tapi saya yakin masih bisa dikendalikan dan kita percepat terus vaksinasinya. Sekarang prosesnya gampang banget dan ini Kepala Dinas Kesehatan saya targetkan sebelum 17 Agustus lah bisa selesai. Pokoknya kami kebut terus," ungkap Gibran.

Menurutnya, ketika ketersediaan vaksin ada terus, maka vaksinasi bisa dipercepat. Selain itu, jumlah penduduk Solo hanya sekitar 500 ribu jiwa sehinga bisa lebih cepat dari daerah lain yang penduduknya lebih banyak.

"Kondisi vaksin sangat berlimpah. Tapi ini bukan masalah supply vaksinnya saja, tetapi bagaimana dari Dinas-Dinas bersinergi dengan Dinas Kesehatan. Ini lho penerima vaksinnya ada terus tidak," ucapnya.

Dia menilai, capaian vaksinasi di daerah lain lambat karena bingung mau memvaksin siapa. Sedangkan di Solo bisa cepat karena ada datanya.

"Kadang-kadang dijemput lansianya, kalau tidak mau antar jemput mobilnya didatangkan kesana. Pokoknya dipercepat semua. Ini sudah menyasar masyarakat umum usia 18 tahun ke atas," pungkasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement